SPI: "Tolak Impor Beras, Kerja Bulog dan Bapanas Belum Maksimal"

- Selasa, 22 November 2022 | 10:12 WIB
Bapanas belum melakukan otoritasnya, ini kelemahannya  sehingga masih menjadi simpang siur, polemik impor atau tidak impor (pixabay/congerdesign)
Bapanas belum melakukan otoritasnya, ini kelemahannya sehingga masih menjadi simpang siur, polemik impor atau tidak impor (pixabay/congerdesign)

"Berapa sesungguhnya beras ada yang disimpan di pemerintahan-pemerintahan daerah, persisnya. Dan belum dihitung cadangan pangan yang ada di tengah-tengah masyarakat, betulkah beras yang disebut surplus ada di tengah masyarakat petani, atau justru berada di tangan perusahan besar, korporasi swasta besar beras, kita gak tau, ada pemainnya atau tidak"

"Jadi tidak ada penjelasan, dengan tidak ada kebijakan pemerintah soal cadangan pangan daerah dan masyarakat," papar Henry.

Baca Juga: SPI: Perpres Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria: Inkonstitusional dan Menyesatkan

Henry menegaskan, hal ini juga disebabkan belum maksimalnya kerja Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bapanas belum jadi badan pengambil otoritas dalam urusan cadangan pangan. Padahal mandatnya, Bapanas yang menentukan kebijakan cukup kurangnya pangan, impor atau tidak, bukan Bulog."

"Jadi Bapanas belum melakukan otoritasnya, inilah kelemahannya sehingga masih menjadi simpang siur, polemik impor atau tidak impor, sayang sekali, sudah ada Bapanas. Bapanas idealnya untuk mengatasi problematik seperti ini," keluhnya.

"Petani sudah kerja keras untuk berproduksi. Bulog dan Bapanas belum kerja maksimal, seharusnya pas panen raya memperbanyak gudangnya, bukan saat panen pertengahan atau panen kecil seperti sekarang," tutupnya.***

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X