Krisis Pangan Global Membuktikan Konsep Ketahanan Pangan Gagal Menjawab Persoalan Pangan

- Senin, 17 Oktober 2022 | 11:00 WIB
SPI melansir, kedaulatan pangan adalah jawaban untuk Atasi Krisis Pangan (istimewa)
SPI melansir, kedaulatan pangan adalah jawaban untuk Atasi Krisis Pangan (istimewa)

 

Bisnisbandung.com - Setiap tahunnya, 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS) oleh masyarakat dunia. Tahun ini, peringatan HPS dibayang-bayangi oleh ancaman krisis pangan.

Kekhawatiran krisis pangan bersumber dari catatan badan pangan dunia (FAO) terkait kenaikan harga pangan global. Pada Maret 2022 lalu, indeks pangan FAO (FFPI) mencatat kenaikan tertinggi sepanjang sejarah yakni di 159,7.

Saat ini situasi berangsur-angsur menurun hingga bulan September. Namun secara umum indeks harga pangan januari – oktober tersebut, lebih tinggi dari indeks harga dua tahun sebelumnya (2021 dan 2022).

Baca Juga: SPI Geruduk Kantor Kementan RI Unjuk Rasa Tolak Benih GMO

Indikator krisis pangan juga diindikasikan dengan jumlah angka kelaparan, yakni Global Report on Food Crisis (GRFC) dan SOFI (The State of Food Security and Nutrition in the World). Secara global, menurut GRFC 2022, tingkat kelaparan tetap mengkhawatirkan seperti pada tahun 2021, sekitar 193 juta orang sangat rawan pangan dan membutuhkan bantuan mendesak di 53 negara.

Laporan SOFI (The State of Food Security and Nutrition in the World) Tahun 2022 mencatat angka kelaparan penduduk dunia mencapai 828 juta orang di tahun 2021. Angka tersebut meningkat 46 juta orang dibandingkan tahun 2020 (782 juta orang) dan meningkat 150 juta orang jika dibandingkan sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Dengan data terakhir ini, PBB memprediksi jumlah angka kelaparan pada tahun 2030 mendatang lebih dari 670 juta orang dan angka ini jauh di atas target program zero hunger.

Baca Juga: SPI Tolak Kedelai GMO, Kembangkan Benih Lokal

Di sampung dampak dari pandemi covid 19, penyebab lainnya dari tingginya jumlah angka kelaparan lainnya – sebagaimana yang dilaporkan dari SOFI adalah perubahan Iklim ekstrim, konflik sosial & perang , penurunan dan perlambatan ekonomi, serta harga pangan sehat yang tidak dijangkau.

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Sumber: pers rilis SPI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X