Polri Sita Harta Sultan “Dermawan Bodong” yang Suka Pamer Kekayaan

- Rabu, 20 April 2022 | 20:56 WIB
Polri incar dan Sita Harta para Sultan yang  suka pamer Kekayaan. (Pixabay)
Polri incar dan Sita Harta para Sultan yang suka pamer Kekayaan. (Pixabay)

Bisnis Bandung - Sebelum terungkapnya berbagai penipuan oleh para Sultan, di antaranya melalui investasi bodong, koperasi dan cara penipuan lain, suka pamer kekayaan melimpah seolah menjadi kebanggaan keberhasilan hidupnya.

Pamer kekayaan sebelumnya biasa ditunjukan oleh sosok yang dijuluki sebutan Sultan. Tak tanggung-tanggung, harta yang selama ini dipamerkan rupanya adalah trik untuk menjerat korban.

Begitu juga dengan sikap dermawannya yang dinilai hanya sebuah kamuflase semata.

Baca Juga: Terungkapnya Korupsi Mafia Minyak Goreng, Febri Diansyah Singgung Politisi Fahri Hamzah yang Sering Memuji KPK

Sultan-sultan ini memamerkan mobil berharga miliaran rupiah atau membeli perabotan yang harganya tidak akan terbeli oleh kebanyakan rakyat Indonesia, lebih dari itu untuk hadiah ulang tahun untuk anaknya atau istrinya, sebaliknya istri sultan sendiri untuk HUT suaminnya, memberinya hadiah bukan sekelas kue bolu kukus, tapi sebuah mobil mewah seharga miliaran rupiah, mereka pamer seolah tak mempedulikan banyak rakyat Indonesia yang hidup masih serba kekurangan.

Akhir-akhir muncul beberapa yang memiliki harta kekayaan melimpah ruah dan menjadi sosok dermawan dengan memberi uang kepada masyarakat biasa sampai selebritis.

Namun sosok yang seolah prilaku dermawan tersebut terhenti, kini buntut kelakuannya harus berhadapan dengan hukum.

Baca Juga: Begini Cara Kaum Disabilitas di Cimahi Manfaatkan Waktu Mereka di Bulan Suci Ramadhan

Di antaranya afiliator Binomo, Indra Kenz dan afiliator Quotex, Doni Salmanan, aset-asetnya yang bernilai puluhan miliar rupiah disita polisi. Keduanya menjadi tersangka kasus penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Untuk sementara ,  nilai aset milik Indra Kenz yang disita polisi mencapai sekitar Rp 57,2 miliar, terdiri atas rumah megah hingga kendaraan mewah.

Kemudian  aset milik Doni Salmanan,  total sebesar Rp 64 miliar telah disita Bareskrim Polri. Aset puluhan miliar rupiah tersebut terdiri dari rumah, mobil mewah dan belasan motor mewah.

Baca Juga: Anak Buah jadi Tersangka Korupsi, Begini Tanggapan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi

Dua 'crazy rich' ini mendapat sorotan besar dari publik, termasuk di media sosial. Video penyitaan mobil Porsche dan motor gede Doni Salmanan ramai beredar di mana-mana.

Muncul pertanyaan di media sosial, apakah koruptor juga dimiskinkan dan diperlakukan seperti Doni Salmanan dan Indra Kenz?

Pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) pernah dipakai oleh penegak hukum untuk menjerat sejumlah tersangka korupsi yang kemudian menjadi terpidana. Aset-aset berupa mobil, motor, hingga rumah mewah disita oleh penegak hukum.

Baca Juga: Pemerintah Telah Tetapkan Kuota Haji Tahun 2022, Ini Jumlahnya

Alasanya karena pengadilan memutuskan barang-barang mewah tersebut dibeli oleh mereka dari hasil korupsi yang merugikan keuangan negara miliaran hingga triliunan rupiah.

Di antara harta kekayaan koruptor yang disita penegak hukum , berawal saat KPK menangkap Abdul Latif, yang kala itu menjabat Bupati Hulu Sungai Tengah pada tahun  2018.

Selama proses penyelidikan, KPK menyita sejumlah kendaraan terkait kasus korupsi suap Rp 23 miliar dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), di antaranya sedan mewah Cadillac dan tujuh truk molen.

Baca Juga: Rekrut Banyak Calon Pemain Naturalisasi Terbuka Lebar, Keputusan di PSSI dan Shin Tae-yong

Total gratifikasi yang terima Latif adalah Rp 23 miliar dari fee proyek-proyek di sejumlah dinas di wilayahnya berada di kisaran antara 7,5-10 % setiap proyek.

Terkait penerimaan gratifikasi itu, KPK menyita sebanyak  23 kendaraan yang diduga terkait dengan TPPU Abdul Latif, di antaranya 2 unit unit Hummer H3, 1 unit Cadillac Escalade dan 1 unit Ducati Streetfighter 848.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X