Begini Cara Kaum Disabilitas di Cimahi Manfaatkan Waktu Mereka di Bulan Suci Ramadhan

- Rabu, 20 April 2022 | 13:53 WIB
Sejumlah Siswa Disabilitas Cimahi, Tengah Mengisi Waktu Bulan Ramadhan di Masjid Ar Rahman Yang Berada di Kompleks Pusat Pelayanan Griya Harapan Difabel, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat. (Bisnisbandung.com / Algi)
Sejumlah Siswa Disabilitas Cimahi, Tengah Mengisi Waktu Bulan Ramadhan di Masjid Ar Rahman Yang Berada di Kompleks Pusat Pelayanan Griya Harapan Difabel, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat. (Bisnisbandung.com / Algi)

 

 
 
Bisnis Bandung - Lantunan ayat suci Al Quran begitu terdengar merdu dari dalam masjid Ar - Rahman yang berada di kompleks Pusat Pelayanan Griya Harapan Difabel, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Kota Cimahi, Rabu (20/4/2022). 
 
 
Dari dalam masjid yang ada di area Dinsos Jawa Barat tersebut, belasan siswa yang merupakan kaum difabel sedang mengaji dalam kegiatan pesantren kilat di bulan Ramadhan.
 
Pelaksanaan tadarus tersebut dibagi ke dalam beberapa kloter. Siswa yang tidak memiliki jadwal tadrus akan melakukan kegiatan belajar dan ekstrakulikuler. 
 
Kepala Pusat Pelayanan Griya Harapan Difabel Dinsos Jabar Ester Miori Dewayani menjelaskan kegiatan pesantren kilat menjadi agenda rutin di sana, yang bertujuan untuo meningkatkan kemampuan membaca Al Quran serta memperbanyak amal di masa bulan Ramadhan. 
 
 
"Pada bulan yang p3nuh berkah ini, kami menggelar beberapa kegiatan, di awal banget kita memulai dengan tadarus Al Quran," kata Ester Rabu (20/4/2022). 
 
Siswanya sendiri terbagi dua, antara lain siswa tunanetra dan tunarungu. Untuk siswa tunanetra dalam membaca Al Quran mereka menggunakan Quran braille.
 
 
Sedangkan siswa tunarungu, mereka dalam membaca Al Quran menggunakan bahasa isyarat. Dimana dalam pelaksanannya, mereka didampingi oleh seorang pendamping, meski terbatas, ketekunan dan kekhususan mereka amat terasa. 
 
 
"Kegiatan ini setiap harinya terbagi beberapa kloter. Nah nanti usai berbuka ada kegiatan lagi tadarus," ucapnya. 
 
Selain pesatren kilat, sejumlah siswa pun menggelar bazar Ramadan. Sejumlah karya atau buah tangan para siswa, mulai dari tatabusana hingga tataboga pun ditampilkan pada bazar kali ini. 
 
Bazar tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Ester menambahkan jika kegiatan tersebut dapat membantu agar para difabel diakui akan kemampuannya bukan karena belas kasihnya. 
 
"Jadi yang dipajang di bazar itu semua hasil dari kreasi yang dibuat anak anak difabel. Tujuan utama kegiatan ini, agar anak difabel dapat bersosialisasi, mengekpresikan dirinya. Sehingga masyarakat tidak lagi berbelaskasih, tapi mereka dapat mendapatkan pengakuan dari apa kemampuan yang mereka miliki," pungkasnya.***
 

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Garut Bersyukur Alumni ITB "Nyaah ka Garut"

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:30 WIB

Ridwan Kamil Mengapresiasi Dibuatnya AMS Rescue

Minggu, 25 September 2022 | 12:08 WIB

Jelang Rakerda, IA ITB Jabar Gelar Seminar Geothermal

Rabu, 21 September 2022 | 07:51 WIB

HIPMI KBB, Bangkit Solid

Senin, 19 September 2022 | 20:40 WIB
X