Utang Luar Negeri Indonesia Melambat Terhambat Kegiatan Ekonomi Yang Menurun

- Jumat, 17 April 2020 | 09:28 WIB
utang luar negeri
utang luar negeri

BISNIS BANDUNG - Kepala Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Piter Abdullah memprediksi utang luar negeri (ULN) Indonesia cenderung melambat di tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh merebaknya virus korona.

Dikemukakan Piter, utang luar negeri Indonesia melambat bukan serta-merta karena pemerintah maupun swasta , melainkan karena disebabkan kegiatan ekonomi yang memang turun. Termasuk, demand domestik dan permintaan ekspor yang terus melambat.

“Dengan adanya virus corona, perlambatan itu akan tetap berlangsung pada tahun ini. Oleh karena itu diperkirakan perlambatan ULN swasta masih akan terjadi,” kata Piter belum lama ini.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia sampai dengan akhir kuartal IV-2019 sebesar US$ 404,3 miliar. Dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) senilai Rp 14.000/ per dolar AS, maka utang luar negeri kita sebesar Rp 5.660 triliun.

Pencapaian utang luar negeri tersebut tumbuh 7,7% year on year (yoy) dibandingkan dengan realisasi kuartal IV-2018 senilai US$ 376,8 miliar. Namun , realisasi pada periode tersebut lebih rendah daripada kuartal III-2019 yang tumbuh 10,4%.

Menurut Piter, perlambatan utang luar negeri swasta akan terus berlanjut turun pada kuartal I-2020. Di sisi lain, utang luar negeri pemerintah akan tetap tumbuh melambat bila kebijakan untuk mengutamakan penerbitan Surat Utang Negara (SBN) domestik tetap berlanjut.

“Dengan melambatnya pertumbuhan utang swasta, risiko dari utang luar negeri bisa lebih terjaga,” tutur Piter.

Defisit anggaran

Diperoleh keterangan , BI dalam laporannya menjabarkan utang sektor publik oleh pemerintah dan bank sentral menjadi kontributor terbesar dengan capaian senilai Rp 202,9 miliar setara Rp 2.840 triliun.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Siapakah Penghuni Pertama Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:00 WIB

Ingin Hemat? Saatnya Beralih Ke Motor Listrik

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB

IA-ITB Tanggap Darurat Bencana gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 21:40 WIB

Meningkatnya Industri Manufaktur Indonesia

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
X