Impor Beras Kembali Terulang, Permasalahannya Klasik, Perbedaan Data Antara Kementerian Maupun Lembaga

- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:00 WIB
impor beras terulang akibat permasalahannya klasik, perbedaan data antara kementerian maupun lembaga, tarik-menarik kepentingan (infopublik.id)
impor beras terulang akibat permasalahannya klasik, perbedaan data antara kementerian maupun lembaga, tarik-menarik kepentingan (infopublik.id)


Bisnisbandung.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) Nasional pada Bulan November 2022 berada di angka 107,81 atau mengalami kenaikan 0,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP November 2022 dikarenakan indeks yang diterima oleh petani (lt) mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (lb) sebesar 0,15 persen.

Kenaikan NTP November 2022 juga dipengaruhi oleh naiknya lt pada 3 subsektor, yakni tanaman pangan (0,02 persen); tanaman perkebunan rakyat (2,57 persen); dan subsektor peternakan (0,14 persen).

Baca Juga: SPI: Tolak Impor Beras, Kerja Bulog dan Bapanas Belum Maksimal

Sementara itu, dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor hortikultura (2,57 persen); dan perikanan (0,32 persen).

Menanggapi hal tersebut Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI), Mujahid Widian, menyebutkan NTP nasional menunjukkan tren positif dalam 4 bulan terakhir.

Secara khusus hal ini disebabkan kenaikan NTP subsektor tanaman pangan, dan membaiknya NTP perkebunan rakyat yang sempat anjlok beberapa bulan lalu.

“Terhitung sejak Agustus 2022, NTP nasional terus mengalami peningkatan dan sudah mencapai nilai yang ditarget pemerintah yakni rentang 105 – 107. Secara khusus memang subsektor tanaman pangan dan perkebunan rakyat yang menjadi penopang, tapi hal ini perlu dikaji lebih mendalam lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Amankan Stok Beras, BULOG Siapkan Dana Triliunan

Ia melanjutkan, NTP subsektor tanaman pangan pada bulan November 2022 mencatat kenaikan sebesar 0,02 persen disebabkan kenaikan indeks lt sebesar 0,22 persen lebih tinggi dari kenaikan lb sebesar 0,20 persen. Kelompok tanaman padi menjadi penyumbang terbesar kenaikan tersebut.

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X