Puluhan Ribu Pekerja di-PHK, Apindo Jabar Berupaya Bantu Para Pengusaha

- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 07:30 WIB
Ketua Apindo Jabar Bertemu dengan Para Pengusaha untuk Mendiskusikan Masalah Dunia Usaha (dok. Apindo Jabar)
Ketua Apindo Jabar Bertemu dengan Para Pengusaha untuk Mendiskusikan Masalah Dunia Usaha (dok. Apindo Jabar)

Bisnis Bandung - Apindo Jabar mencatat, sejak Januari 2022 hingga pertengahan Oktober 2022, 73 ribu karyawan telah di-PHK. Data tersebut belum termasuk angka dari perusahaan yang tidak tergabung dalam Apindo.

Menyikapi berbagai permasalahan di dunia usaha, pada Kamis 27 Oktober 2022, Ketua Apindo Jabar bertemu dengan para pengusaha Jabar yang terdiri atas pengusaha tekstil, alas kaki, batu bara, farmasi, dan lain-lain di Kota Bandung.

Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha mengeluhkan beberapa hal, diantaranya pada sektor tekstil, terjadi penurunan kapasitas produksi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga: Malaysia Mengakui Semuanya, Ternyata inilah yang membuat Indonesia lebih maju dibanding Malaysia

Para pengusaha mengeluhkan hal tersebut salah satunya terjadi akibat impor ilegal, salah satunya masuknya produk baju bekas dengan harga murah, yang membuat perusahaan-perusahaan tekstil lokal kesulitan meraih market.

Pengusaha pun mengungkapkan, 30 persen biaya pembuatan tekstil terutama untuk penyempurnaan kain dari batubara. Tentu saja kenaikan harga batubara berdampak negatif pada naiknya biaya produksi.

Kenaikan harga batubara akibat kondisi geopolitik dan perekonomian global membuat para pengusaha mempertanyakan ketiadaan pembatasan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk sektor tekstil. Padahal, untuk sektor semen dan pupuk sudah diterapkan HBA sebesar 90 USD/Ton.

Para pengusaha pun meminta Apindo mendiskusikan pengaturan Harga Batubara Acuan dan Domestic Market Obligation (DMO) untuk batubara sektor tekstil.

Baca Juga: Lanjut ke Musim Selanjutnya, Berikut Sinopsis House of The Dragon Season 2

Sementara itu, pengusaha dari sektor sepatu mengeluhkan pengurangan order hingga 50%. Karena tidak mempunyai karyawan kontrak, ketika order turun, mereka pun dilema untuk mem-PHK karyawan.

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Nasib Investor?

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:45 WIB

Plat Nomor Khusus Tak Kebal Aturan Ganjil Genap

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:30 WIB

Tempat Rental Komik Bertahan Di Era Gempuran Digital

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:30 WIB
X