Kinerja Hukum Kerap Gagal Menjalankan Fungsinya, Keberanian Kejagung Mendobrak Penguasa Dan Pengusaha

- Kamis, 7 Juli 2022 | 11:00 WIB
Illustrasi Kinerja Kejaksaan Agung  dalam memberantas mafia (pixabay)
Illustrasi Kinerja Kejaksaan Agung dalam memberantas mafia (pixabay)

Bisnis Bandung - Kejaksaan Agung menampakan cakrawala baru dalam perbaikan kinerja hukum. Saat ini kinerja hukum di Indonesia kerap mendapat sorotan lapisan masyarakat karena kegagalan dalam menjalankan fungsinya.

Menurut dosen hukum pidana dari Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, hal itu ditandai dengan keberanian Jaksa Agung, ST Burhanuddin yang berani mendobrak serta melakukan pembenahan dan bersih-bersih institusi.

“Semua itu ditandai dengan melakukan tindakan sanksi, termasuk melakukan pemeriksaan internal dengan menugaskan Jaksa Muda Pengawas dan penguatan operasi intelijen. Ini faktor penting yang semakin menguat demi menjaga fungsi dan kedudukan kejaksaan dalam menjaga kepentingan nasional,”ungkap Azmi, Minggu lalu.

Baca Juga: Kejagung Menyelidiki Peran Anggota Mafia Migor, Febri: Belum Jadi Tersangka

Dikemukakan Azmi, kejaksaan seperti sedang berlari maraton mengaktualisasi fungsi dan kedudukannya menghadapi berbagai perkembangan dan kebutuhan permasalahan hukum baru. Mereka menghadapi penguasa maupun pengusaha yang berperilaku curang , hingga merugikan negara dan masyarakat.

Hal itu terlihat dari kerja Jaksa Agung dengan keberaniannya menindak pelaku koruptor kakap. Kejagung mengibarkan bendera perang dengan para mafia, mafia pelabuhan, mafia pupuk dan mafia tanah dengan mengungkap banyak kasus korupsi besar yang tidak tersentuh lembaga lain.

Kehadiran Kejaksaan Agung kini dianggap menjadi ancaman lembaga hukum lainnya. Catatan keberanian ini tentunya menjadi momentum sekaligus membuat nama lembaga kejaksaan terdongkrak, untuk terus bekerja keras guna menegakan hukum, juga menjadi peluang dalam membangun komitmen kualitas penegakan hukum, walau tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan perlawanan dari pihak-pihak tertentu yang berupaya melakukan serangan balik karena terganggu zona ruang geraknya.

“Ini konsekuensi atas prestasi dan keberanian Kejagung membongkar kasus korupsi dan mafia-mafia tertentu yang besar,”ujar Azmi menambahkan.

Tersangka tidak ditahan?

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X