Ustadz Tengku Zulkarnain: Tragis, Partai Islam Menyebrang Ke Nasionalis Sekuler

- Selasa, 10 Mei 2022 | 16:00 WIB
Masyarakat Islam seharusnya berpolitik nasionalis religus, bukan nasionalis sekuler (Tangkap Layar Youtube Refly Harun Official)
Masyarakat Islam seharusnya berpolitik nasionalis religus, bukan nasionalis sekuler (Tangkap Layar Youtube Refly Harun Official)

Bisnis Bandung - Ulama, Ustadz Tengku Zulkarnain menegaskan, kalau kita harus terang - terangan, tokoh - tokoh Islam ternyata tidak militan dalam politik, saya (Ustadz Teuku Zulkarnain) tidak sebut tokoh - tokoh itu bisa dibeli, menuduh mereka bisa disuap, tapi ini kenyataan pahit.

Ustadz Tengku Zulkarnain, mencontohkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Misalnya di Jawa Tengah, Jawa Timur itu katanya basis NU, ternyata konsolidasi politik sejak jaman pemilu pertama 1955, NU tidak pernah memiliki peranan.

Di Jawa Timur dan Jawa Tengah itukan yang menang PNI dengan Masyumi, kalau Jawa Tengah PNI dan PKI, dimana partai NU. Pemilu 1955 partai NU tidak menang di Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang menang biasanya PNI PKI atau Masyumi, papar Ustadz Tengku Zulkarnain.

Dikatakan Ustadz Tengku Zulkarnain, pemilu dijaman Soeharto, P3 hanya pemanis, nah ketika jaman reformasi, di Jawa Timur belum pernah PKB menang, yang menang itu kalau tidak PDI, Golkar sampai sekarang.

Baca Juga: Minim Raih Nobel, Masihkan Islam Mengedepankan Sains Dan Tekhnologi?

Kalau PKB dianggap perwakilan NU, kalaupun tidak menang diseluruh Indonesia, atau dibasis - basis Islam, minimal Jawa timur dan Jawa Tengah menang, kan kenyataanya tidak menang, berarti politikus Islam tidak berakar dalam urusan politik.

"Kita tidak boleh menepuk dada, kita kiayi, ormas kami adalah yang terbesar di Indonesia, dalam dzikir - dzikir iya, bayar jakat, infaq dan shodaqah iya, bangun mesjid dan pesantren iya, tapi dalam politik tidak"

Kata Ustadz Tengku Dzulkarnain menegaskan, ulama-ulama/tokoh/politikus Islam gagal dalam menempatkan kepentingan politik demi Islam.

Prestasi terbaik partai - partai bernuansa Islam itu tahun 1999, kalau kita kumpulin PKS PAN, Partai Keadilan, PKB, P3, PBB berhasil mengumpulkan suara 43 % dan berhasil menjungkalkan pemenang pemilu waktu itu, Megawati Soekarno Putri tidak menjadi Presiden, Gusdur menjadi Presiden, kan itu poros tengah, 43% orang - orang Islam itu"

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3S CCO Contest 2022 Region Jawa Barat Kembali Digelar

Jumat, 25 November 2022 | 22:03 WIB

Sisi Gelap Kehidupan Korea Selatan, Tak Seindah Drakor

Kamis, 24 November 2022 | 22:14 WIB
X