Kata Ustadz Abdul Somad (UAS) Upaya Deportasi Dirinya Disejumlah Negara Terindikasi ada Konspirasi

- Kamis, 19 Mei 2022 | 22:14 WIB
 ustadz abdul somad menegaskan tidak akan berhenti megajarkan ajaram agama, meski dicap sebagai ekstrimis.  (Tangka[an layar Youtube.com/ Refy Harun)
ustadz abdul somad menegaskan tidak akan berhenti megajarkan ajaram agama, meski dicap sebagai ekstrimis. (Tangka[an layar Youtube.com/ Refy Harun)

Bisnis Bandung - Penceramah, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengutarakan, tentang masalah-masalah kontoversial yang pernah diajukan kepada dirinya, sudah diklarifikasi,  tinggal searching di www.youtube.com,  klarifikasi UAS,  kemudian tulis apa masalahanya.

Dipaparkan Ustadz Abdul Somad (UAS), yang pertama masalah tentang martir bunuh diri, itu konteks di Palestina, ketika tentara Palestina tidak punya alat apapun untuk membalas serangan Israel.

Dikatakan Ustadz Abdul Somad (UAS), itu bukan pendapatnya, Ustadz Abdul Somad mengaku menjelaskan pendapat ulama,  dan tentunya itu dijelaskan didalam mesjid,  menjawab pertanyaan jemaah.

Baca Juga: Hasil Akhir Babak Semi Final, Thailand Singkirkan Timnas U-23 Indonesia

"Masa jemaah nanya masalah Palestina bagaimana, jangan dijawab, kalau dijawab saya nanti gak bisa masuk Singapura", kata Ustadz Abdul Somad.

"Saya kan intelektual, Profesor, Dosen, atau oke saya mau jawab tapi jangan direkam ya?! ", imbuhnya.

2. Masalah didalam patung ada jin, itu hadist nabi,  "Malaikat tidak masuk kedalam rumah, kalau didalam rumahnya ada patung". Kenapa malaikat tidak mau masuk, karena malaikat tidak mau satu majelis  dengan jin, bukan takut,  malaikat tidak mau kotor,  mangkanya didalam rumah Islam tidak boleh ada patung,  itu pertanyaan jemaah, saya jawab, ungkap Ustadz Abdul Somad (UAS).

3. Masalah kafir, kafir itu ingkar, siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad itu utusan Allah maka dia kafir. Dan saya (read: Ustadz Abdul Somad - UAS) ini kafir, karena saya tidak percaya pada ajakan iblis dan setan, maka saya ini adalah kafir.

Kafir itu artinya ingkar,  iru adalah istilah dalam agama kita, masa kita hilangkan istilah - istilah agama, hanya karena tidak mau orang lain tersinggung.

Baca Juga: Jeffrey Polnaja (JJ), Solo Riding Dengan Motor Keliling Dunia, Ikuti Angin Dan Dengarkan Cerita Alam

"Nanti kalau ada negara melarang orang ceramah mengatakan babi haram, khamer haram, nanti bisa saja keluar peraturan, anda tidak boleh masuk, karena menyatakan khamer haram, karena kami suka minum khamer"

"Anda tidak boleh masuk kenegara kami, karena kami homo dan lesbi, anda menolak itu, itu ajaran agama kita, saya (read : Ustasz Abdul Somad - UAS) tidak bisa berhenti mengajarkan itu, kalau itu dianggap ekstrimis, segregasi maka biarlah semua orang mengatakan itu, karena itu ajaran agama"

"Saya tetap mengajar, dan sampai hari ini  saya sebagai visiting Profesor di University Islam Syarief Ali, masih ada kontrak.  Saya mendapat Honoris Causa dari University Islam International Antar Bangsa, Selangor Malayska. Saya sarjana, Dosen, pendidik bukan orang yang ngomong sembarangan" tegas Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dikatakan Ustadz Abdul Somad, Kementerian Luar Negeri Singapura itu apa betul mereka ikut pemgajian saya,  dan kalau betul memang mereka rajin, apalah faham pegawai - pegawai itu, kasian saja,  siapa sebetulnya yang menyampaikan poin - poin itu kepada mereka, jadi perlu kajian mendalam.

Baca Juga: Bupati Sumedang Ingatkan Warga Tidak Usah Panik dengan PMK


Deportasi UAS, Adakah Kaitan Dengan Konspirasi ?? !!!


Ustadz Abdul Somad (UAS)  menegaskan, kita baca dari indikator. Tahun 2018, ada jadwal ke Timor Leste, programnya ada 3. Ketemu. Xanana Gusmau, ketemu uskup dan tabligh akbar di Timor Leste, dan semua sudah diurus.

"Saya dapat visa, saya pun berangkat,  sampai di airport, tim saya masuk, saya ditahan, saya tanya kenapa saya tidak boleh masuk?  Jawabnya karena kami baru dapat fax dari Jakarta, sejam lalu, dan menyatakan bahwa saya adalah teroris. Jadi saudaa kita di Timor Leste dapat infonya dari sini"

'Lalu saya pernah distop tidak boleh masuk di Swiss.  Mereka tunjukan kertas print, yang menyatakan anda pernah diusir dari Amsterdam waktu kasih seminar"

Baca Juga: Menteri Peternakan : PMK Ada tapi Prosesnya Penyembuhannya Sangat Maksimal

"Orang Swiss mendapat print laporannya dari Indonesia, siapa yang kirim, itulah teori konspirasi. Konspirasi tidak bisa diungkap untuk membuktikannya"

Ustadz Abdul Somad (UAS)  memaparkan kalau kita belum dapat ijin,  kemudian disuruh pulang, itu tidak dapat ijin namanya. Sedangkan kalau sudah ada ijin masuk, apakah untuk bekerjaz liburan, belajar kemudian dipulangkan itu namanya deportasi.

"Ketika akan dideportasi dari Singapura, mereka tidak memberikan ruang interview, kita tidak dianggap sebagai tamu, mereka melecehkan kita", ungkap Ustadz Abdul Somad.

Pasca kejadian deportasi dari Singapura tersebut, Ustadz Abdul Somad mengaku mengadukannya kewakil rakyat, kepada DPR RI.

"Saya memunta DPR sebagai wakil rakyat memanggil dutas besar Singapura di Jakarta untuk menjelaskan apa yang terjadi"

Baca Juga: UAS Dideportasi, Distempel Negatief, Kata Rocky Gerung Ini Undangan Perang Diplomatik

"Orang Singapura yang bermasalah dan mempermasalahkan, maka mereka yang menjelaskan, dan ternyata mereka mempostimg pasa tanggal 17/05/2022, diwebsite resmi mereka 3 point.

Mereka melihat kita sebagai kuli, hal itu terlihat darj perlakuannya.  

Ustadz Abdul Somad meminta pemerintah tunjukan bahwa kita sebagai bangsa bermartabat.

Terkait peristiwa deportasi disejumlah negara dan persekusi didalam negeri sendiri, Ustadz Abdul Somad mengaku akan tetap berjihad.  Dikatakannya, aku bangga diusir karena berpegang kepada agama, aku bangga diusir, karena menyampaikan ajaran agama, pungkasnya.

Itu semua dikatakan Ustadz Abdul Somad (UAS) dichannel youtube Refly Harun Official, dengan judul video: "Live!  Siapa Yang Memberi Tahu Singapura Mengenai Materi Ceramah Saya?!  WWC Ekslusif Dengan UAS", tayang 18/05/2022.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Sumber: Youtube Refly Harun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa 9 Hari di Bulan Dzulhijjah

Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
X