Angka Pengajuan Dispensasi Nikah Anak di Indonesia Memang Masih Tinggi

- Rabu, 18 Januari 2023 | 19:30 WIB
Angka Pengajuan Dispensasi Nikah Anak di Indonesia Memang Masih Tinggi (instagram ledia hanifa amaliah)
Angka Pengajuan Dispensasi Nikah Anak di Indonesia Memang Masih Tinggi (instagram ledia hanifa amaliah)

Bisnisbandung.com - Viralnya berita atau informasi terkait permohonan dispensasi nikah ratusan anak di Ponorogo ditanggapi dengan penuh keprihatinan oleh Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.

Dikatakan Politisi PKS Ledia Hanifa Amaliah, angka 191 yang diramaikan itu baru di Ponorogo. Padahal dipropinsi dan kota-kota lain di Indonesia pun kita mengalami kasus yang sama (read: dispensasi nikah).

"Sebut saja dikota pelajar, Yogyakarta, untuk tahun 2022 lalu, angkanya mencapai 556 anak. Lalu di dapil saya Kota Bandung, sampai September 2022 sudah ada 125 anak yang terdata mengajukan dispensasi nikah, Ini tentu kondisi yang sangat memprihatinkan.”, kata Ledia Hanifa Amaliah.

Baca Juga: Gak Mesti Good Rekening! Simak 5 Kriteria Pria Idaman yang Dilirik Wanita, Karaktermu Termasuk Gak?

Berdasarkan laporan dari sejumlah kantor pengadilan agama di berbagai wilayah, angka pengajuan dispensasi nikah anak di Indonesia memang masih tinggi.

Sebagai ilustrasi, pada tahun 2022 silam, di Kota Samarinda tercatat angka 681 ajuan dispensasi nikah anak, di Banda Aceh sebanyak 507 ajuan dispensasi nikah anak, kemudian di Blitar sebanyak 489 ajuan dispensasi nikah anak, Kabupaten Bojonegoro sebanyak 486 ajuan dispensasi nikah anak, di Majalengka sebanyak 467 ajuan dispensasi nikah anak, berikutnya di Kabupaten Batang sebanyak 380 ajuan dispensasi nikah anak, di Pekalongan ada sebanyak 292 ajuan dispensasi nikah anak, untuk Jepara sebanyak 240 ajuan dispensasi nikah anak, berikutnya Klaten sebanyak 206 ajuan dispensasi nikah anak, kemudian di Cianjur sebanyak 177 ajuan dispensasi nikah anak, disusul kabupaten Enrekang Sulsel sebanyak 98 ajuan dispensasi nikah anak, Kolaka Utara Sulteng dengan jumlah ajuan dispensasi nikah anak sebanyak 52 ajuan, dan yang terakhir yakni di Lombok Tengah sebanyak 47 ajuan dispensasi nikah anak.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menyerukan, pernikahan dini memiliki potensi besar pada kelamnya masa depan anak bangsa.

pernikahan itu selaiknya dipersiapkan dengan sepenuh kematangan. Terutama kematangan fisik, psikis, emosi dan termasuk ekonomi"

"Menurut pendapat saya kematangan fisik, psikis, emosi dan ekonomi harus diperhatikan. Ironisnya, ajuan dispensasi nikah yang diajukan oleh mereka yang statusnya masih di bawah umur ini, justru mengabaikan terhadap kematangan tersebut"

Baca Juga: Cegah Peredaran Narkoba Di Lingkungan Pelajar, Sat Res Narkoba Polresta Bandung Gencar Sosialisasi

pernikahan dini atau dispensasi nikah jika dipaksakan, dan mengabaikan kematangan fisik, psikis, emosi dan termasuk ekonomi, tidak tertutup kemungkinan akan meningkatnya jumlah angka kemiskinan, angka perceraian hingga terdongkraknya angka kematian ibu dan bayi.

“Dan berdasarkan laporan, aduan dan temuan dilapangan, dua alasan yang paling banyak melatarbelakangi pengajuan dispensasi nikah atau pernikahan dini adalah hamil diluar nikah dan alasan keterbatasan ekonomi”.

“Pengajuan pernikahan dini atau dispensasi nikah dengan alibi hamil di luar nikah ini menjadi pukulan telak bagi kita semua, karena menabrak norma agama, budaya dan pancasila yang berketuhanan yang maha esa"

"Adanya ajuan pernikahan dini atau dispensasi nikah dengan alasan hamil diluar nikah, maka ini artinya ada persoalan mendasar yang harus dicari akar masalahnya dan diselesaikan, bukan hanya sekedar dengan membahas batasan umur pernikahan tetapi menurut saya harus dirunut dari tingkat hulu hingga hilirnya, mulai dari pendidikan agama, pendidikan karakter, pendidikan pancasila dan penguatan ketahanan keluarga yang ternyata tidak terimplementasi dengan baik dan benar,” sesal Ledia Hanifa Amaliah

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X