SPI: "BBM Naik, Pemerintah Harus Mengambil Langkah-langkah Perbaikan Secara Komprehensif"

- Jumat, 9 September 2022 | 09:56 WIB
Sebelum BBM naik, beberapa harga input produksi sudah dahulu naik, mustahil petani tidak terdampak pasca naiknya BBM (Tangkap Layar Youtube NOVI PETANI HAPPY)
Sebelum BBM naik, beberapa harga input produksi sudah dahulu naik, mustahil petani tidak terdampak pasca naiknya BBM (Tangkap Layar Youtube NOVI PETANI HAPPY)

Bisnisbandung.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) bulan Agustus 2022 sebesar 106,31 atau naik 1,97 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) mengalami kenaikkan sebesar 1,28 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) mengalami penurunan sebesar 0,68 persen.

Kenaikan NTP juga disebabkan oleh deflasi. Menurut laporan BPS, pada Agustus 2022 terjadi deflasi sebesar 0,21 persen, dan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,80 persen.

Baca Juga: BPS Mengumumkan Indonesia Alami Deflasi pada Agustus 2022

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada bulan Agustus 2022, diantaranya: bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam ras, tomat, ikan segar, jeruk, bawang putih, kacang panjang, ketimun, buncis, tarif angkutan udara, dan emas perhiasan.

Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga, diantaranya yakni telur ayam ras, beras.

Tercatat empat subsektor NTP yang mengalami kenaikan, yaitu Tanaman Pangan (2,74 persen); Tanaman Perkebunan rakyat (5,86 persen); Peternakan (0,07 persen) dan subsektor perikanan (0,39 persen).

Sementara itu, subsektor Hortikultura mengalami penurunan hingga 7,38 persen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI) Mujahid Widian, mengatakan kenaikan NTP nasional merupakan dampak dari membaiknya subsektor perkebunan.

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Nasib Investor?

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:45 WIB

Plat Nomor Khusus Tak Kebal Aturan Ganjil Genap

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:30 WIB

Tempat Rental Komik Bertahan Di Era Gempuran Digital

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:30 WIB
X