Tingkatkan Pelestarian Primata, Geo Dipa Energi Dukung Kegiatan Lepas Liar Owa Jawa Di Cagar Alam Gunung Tilu

- Kamis, 8 September 2022 | 14:08 WIB
GeoDipa Dukung Penuh Pelepasliaran Owa Jawa di Cagar Alam Gunung Tilu (dok. Humas PT GeoDipa Energi)
GeoDipa Dukung Penuh Pelepasliaran Owa Jawa di Cagar Alam Gunung Tilu (dok. Humas PT GeoDipa Energi)


Bisnisbandung.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) “GeoDipa” hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pelepasliaran sepasang Owa Jawa (Hylobates moloch) bernama Lola dan Udin dari hasil rehabilitasi Pusat Rehabilitasi Primata Jawa ke habitatnya di Cagar Alam Gunung Tilu (CAGT), Jawa Barat pada Selasa (6/8).

Kegiatan pelepasliaran Owa Jawa tersebut merupakan rangkaian program dalam memperingati Hari Konservasi Alam Nasional 2022 serta peringatan Hari Primata Internasional yang rutin dilakukan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian LHK melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bekerja sama dengan The Aspinall Foundation (TAF) Indonesia sebagai upaya upaya pelestarian primata endemik jawa yang telah berjalan dengan baik selama 12 tahun sejak 2010.

Baca Juga: Tak Hanya Peternakan, Kebon Binatang Bandung pun Waspada PMK

“Pada hari ini BBKSDA Jawa Barat melepasliarkan sepasang Owa Jawa (Hylobates Moloch) bernama Lola berjenis kelamin betina berumur enam tahun dan Udin berjenis kelamin jantan berusia empat tahun, keduanya merupakan satwa yang diperoleh dari Garut pada 2018 dan 2021.” kata Kepala BBKSDA Jawa Barat, Irawan Asaad.

Tercatat, sebanyak 48 individu Owa Jawa telah dilepasliarkan sejak tahun 2014 dari pusat Pusat Rehabilitasi Primata Jawa (PRPJ) Patuha. Sepasang Owa Jawa, Lola dan Udin merupakan individu ke-49 dan 50 yang akan dilepasliarkan di CAGT. Sampai sejauh ini, terpantau telah lahir 3 bayi Owa Jawa dari hasil lepas liar oleh BBKSDA Jawa Barat dan TAF Indonesia di CAGT.

Owa Jawa, merupakan salah satu jenis primata endemik jawa yang masuk ke dalam daftar satwa primata dengan kategori “genting” (EN; endangered) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan perkiraan populasi di alam tersisa antara 1.000-2.000 individu yang tersebar di kawasan hutan konservasi dan hutan lindung, sebagian besar di Jawa Barat dan beberapa tersisa di kawasan hutan lindung di Jawa Tengah seperti di dataran tinggi Dieng, hal tersebut menjadikan Owa Jawa spesies yang paling langka di dunia.

Baca Juga: Melancong Ke Kebun Binatang Bandung

Di Indonesia, Owa Jawa dilindungi sejak tahun 1931 dan saat ini masuk daftar 25 jenis fauna yang menjadi prioritas konservasi oleh Ditjen KSDAE.

“GeoDipa menyadari betul pentingnya menjaga kelestarian alam, sehingga kami mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan konservasi ekosistem dan lingkungan, sebagai contoh seperti yang dilakukan saat ini yakni pelepasliaran sepasang Owa Jawa Lola dan Udin, kami berharap mereka dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik di habitatnya,” kata Project Manager Patuha 2, Danang Maulana.

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3S CCO Contest 2022 Region Jawa Barat Kembali Digelar

Jumat, 25 November 2022 | 22:03 WIB

Sisi Gelap Kehidupan Korea Selatan, Tak Seindah Drakor

Kamis, 24 November 2022 | 22:14 WIB

Gempa Bumi Di Cianjur, Simak Data dan Fakta Selengkapnya

Selasa, 22 November 2022 | 17:30 WIB
X