Viral Kritik Formula E, Kicauan Ernest Prakasa Tak Lepas Dari Dimensi Politik

- Rabu, 8 Juni 2022 | 18:00 WIB
Kata Ade Armando, Ernest Prakasa kadang dia juga terlihat gagal faham, tetapi tetap cerdas dan mengena, dia punya kepedulian yang besar.  (Foto: diolah dari google)
Kata Ade Armando, Ernest Prakasa kadang dia juga terlihat gagal faham, tetapi tetap cerdas dan mengena, dia punya kepedulian yang besar. (Foto: diolah dari google)
 
 
Bisnis Bandung - Pegiat sosial media/Akademikus, Ade Armando di channel youtube cokrotv, mengatakan komedian Ernest Prakasa membuat marah pendukung Anies Baswedan, Ernest Prakasa dianggap kurang ajar, gara-garanya dia menyendir penyelanggaraan Formula E di Jakarta, satu hari setelah Formula E  digelar. 
 
"Ernest Prakasa menulis cuitan twitter begini: "wajarlah brand gak mau keluar duit, jangan samain sama moto GP yang memang event bergengsi,  Formula E siapa yang mau ngikutin coba selain panitia"
 
Sindiran Ernest Prakasa tentu ditujukan pada sulitnya Formula E menarik sponsor. Ini sebenarnya sudah banyak dibicarakan orang.
 
 
Memang pada akhirnya panitia mengumumkan sejumlah nama perusahaan yang berkomitmen untuk mensponsori. Tapi kelihatannya agak dipaksakan. 
 
Misalnya saja baru setelah diloby disaat-saat terakhir, pengusaha besar Tommy Winata bersedia menjadikan tiga perusahaanya Artha Graha, Electronic City dan Hotel Discovery menjadi sponsor.
 
Tapi brand-brand terkemuka tidak terlihat, ini berbeda dengan acara Moto GP yang dipenuhi brand-brand terkenal, inilah yang disindir Ernest Prakasa.
 
Dikatakan Ade Armando, tapi rupanya sekedar tweet ringan itu sudah cukup membuat gerang para pecinta Anies Baswedan
 
Dikolom komentar Ernest Prakasa berdatangan kecaman para "die harder" Anies Baswedan. Mendapat serangan membabibuta semacam itu, Ernest Prakasa pun harus merasa tahu diri, dia buru-buru menghapus tweetnya. 
 
Namun, namanya juga komedian, sembari meminta maaf,  dia masih juga menulis sindiran baru. 
 
 
Tulis Ernest Prakasa: "Buat para pendukung capres yang sudah mulai bergerak, mohon maaf ya kalau twit saya menganggu kenyamanan. Semangat terus kerjanya kawan, rekrut pasukan yang banyak supaya bisa menyerap tenaga kerja"
 
Tentu saja ucapan Ernest Prakasa kembali membangkitkan amarah. Banyak yang menghardik Ernest Prakasa agar mencabut tweetnya.  
 
Ada yang berkomentar begini: "kami sudah ikutin Formula E sejak 2017, dan kita bukan panitia kok. Kita lahir berlandaskan passuon kami sebagai fans balapan"
 
Bahkan ada juga yang menyandingkan Ernest Prakasa dengan bek Manchester United Herry Meguire, bukan karena keterampilan mengolah bola, tapi karena dianggap sama-sama sering blunder.  
 
Ada yang marah karena Ernest Prakasa menyebut kata pendukung capres. Kata netizen itu: "cetek amat pikiran lo, dikit-dikit disangkut pautkan sama capres, ngebela dibilang buzzer capres, ini padahal event punya negara, hanya kebetulan sirkuitnya di Jakarta. Kalau sirkuit di Semarang atau daerah lain lu bakal ngetweet gitu juga gak? "
 
Ada juga yang berkata, Ernest Prakasa jangan ikut-ikutan berkomentar soal politik. Fokus bikin film yang bagus saja, gak usah komen-komen soal politiklah,tulisnya.
 
 
Urusan menjadi tidak berkepanjangan, karena Ernest Prakasa memilih tidak merespon lagi.  
 
Ditegaskan Ade Armando, apa yang terjadi ini menarik dilihat dari banyak sisi. Pertama-tama kemarahan itu muncul karena Ernest Prakasa dianggap merusak suasana kemeriahan yang berusaha dibangun mati-matian para pendukung Anies Baswedan.  
 
"Mereka sudah berusaha "all out" membangun image bahwa gelaran Formula E kemarin sukses besar. Dan sekarang, tiba-tiba saja, Ernest Prakasa muncul dan begitu saja meremehkannya"
 
"Inilah yang membuat mereka naik pitam,  kalau saja "sense of humour" mereka tinggi, mereka seharusnya cuma ketawa dan kemudian mengirim tweet yang sama lucunya"
 
"Tapi masalahnya, menyepelekan Formula E ini bagi mereka bukan perkara main-main,  ini bukan sekedar ketersinggungan pendukung klub sepakbola Inggris ketika timnya diledek, setelah kalah dalam kompetisi misalnya"
 
"Ini bukan sekedar kemarahan seorang fans loyal Formula E, karena siapa pula Indonesia ini yang merupakan fans loyal Formula E? Ini beyond that"
 
"Ini soal ketersinggungan pendukung Anies Baswedan, karena mereka menganggap pelecehan terhadap Formula E adalah pelecehan terhadap Anies Baswedan"
 
"Dan bagi mereka ini penting karena berdampak pada pelecehan Presiden 2024"
 
"Jadi sinetizen yang marah karena Ernest Prakasa dianggapnya berlebihan mengaitkan Formula E dengan capres, sebenarnya tahu bahwa Formula E itu memang sesungguhnya adalah tindakan politik". 
 
"Ernest Prakasa sama sekali tidak mengada-ada.Dan saya rasa kicauan Ernest Prakasa itu memang tak lepas dari dimensi politik"
 
 
"Ernest Prakasa seperti ingin mengatakan bahwa penyelanggaraan Formula E ini memang sama sekali tidak membanggakan. Bahkan mungkin amatiran, dan ini merupakan indikasi tentang kualitas kepemimpinan Anies Baswedan"
 
"Namun setelah mengatakan itu, kita harus sadar bahwa Ernest Prakasa memang bukan komedian yang melucu dipanggung, atau membuat film lucu, sekedar agar terkenal atau mencari uang"
 
"Ernest Prakasa adalah comedian yang laizim membawa pesan sosial dan politik dalam joke-jokenya. Bukan cuma Ernest Prakasa, banyak komedian lain juga melakukannya, tapi bisa dibilang Ernest Prakasa yang terbaik"
 
"Memang kita tidak perlu selalu setuju dengan komentar-komentarnya. Kita harus ingat,  Ernest Prakasa bukan pemerhati, yang secara sungguh-sungguh mempelajari persoalan-persoalan sosial dan politik"
 
 
"Kadang dia juga terlihat gagal faham, tetapi tetap cerdas dan mengena. Tetapi dia punya kepedulian yang besar dari soal nasib Tionghoa, diskriminasi, sampai pilpres dan kebijakan pemerintah, dan dalam hal ini dia tidak pandang bulu. Yang dia ledek banyak orang dari beragam kubu"
 
"Ernest Prakasa memang bisa berkomentar soal politik, atau persoalan - persoalan lain yang dinilainya menyangkut kepentingan masyarakat luas. Dan komentar-komentarnya bisa sangat cerdas"
 
"Jadi kepada penggemar Anies Baswedan sebaiknya lapang dada, tidak usah marah, tidak usah berang. Orang seperti Ernest Prakasa diperlukan, karena demokrasi membutuhkan orang-orang cerdas yang berani bicara dan bertindak' pungkas Ade Armando.***

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Bandung Launching Bedas Caang Baranang

Senin, 20 Maret 2023 | 12:30 WIB
X