Amankan Cuaca Sirkuit Mandalika, Ini Besaran Nominal Honor yang Didapat Rara Sang Pawang Hujan

- Jumat, 25 Maret 2022 | 11:41 WIB
Rara sang pawang hujan sirkuit Mandalika saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier. (Tangkapan layar Youtube.com/ Deddy Corbuzier)
Rara sang pawang hujan sirkuit Mandalika saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier. (Tangkapan layar Youtube.com/ Deddy Corbuzier)

Bisnis Bandung - Siapa Tidak Kenal dengan Rara, "Sang Pawang Hujan" yang viral dimedia sosial karena aksinya mengendalikan hujan di ajang kontestasi Moto GP beberapa waktu lalu. Rara Sang Pawang Hujan mengaku dirinya lebih senang disebut dengan "pramugari cuaca".

Diakun youtube nya Dedy Corbuzier, yang tayang pada tanggal 24 Maret 2022, Rara membeberkan perjalanan kariernya sebagai pawang hujan, serta berapa ia mendapatkan honor untuk mengamankan cuaca/hujan di ajang bergengsi moto GP.

Menurut pengakuan Rara, profesi menjadi pawang hujan karena faktor turun temurun, bahkan Rara mengaku telah mendalaminya sejak usia 9 tahun. Menurut pengakuannya, bude Rara adalah paranormalnya ibu Tien (Istri Mantan Presiden RI - Soeharto).

Baca Juga: Conor McGregor Ditangkap Polisi Karena Ugal-ugalan Kendarai Mobil Bentley Continental GT

Meski berprofesi sebagai pawang hujan alias pramugari cuaca, namun di KTP nya, profesinya sebagai pegawai swasta.  Tetapi identitas agamanya disamarkan, karena "out of the box".

Dalam kiprahnya sebagai "pawang hujan" alias "pramugari cuaca" diajang moto GP Mandalika beberapa waktu lalu,  Rara menegaskan bahwa dirinya bukanlah atas rekomendasi dari pihak istana tapi dari pihak panitia penyelanggara yakni NGPA dan ITDC.

Modal untuk menjadi pawang hujan di ajang Moto GP Mandalika, diantaranya yakni Cabai Bawang, Cabai, canang dan dupa. Cabai dan bawang merupakan tradisi kejawen, canang tradisi Bali dan dupa tradisi univesal. Rara mengaku mencampurkan/mix kekuatan Kejawen dan Bali.  

Baca Juga: Indonesia Pengkonsumsi Rokok Peringkat Ketiga Dunia Setelah Cina dan India

Sebelum memulai pekerjaan tersebut, Rara sempat melaksanakan ritual meminta ijin untuk memanfaatkan secara optimal kekuatan indigonya untuk melayani even kenegaraan ini, yaitu ajang moto GP.

"Pada saat melaksanakan tugas, banyak cemoohan, hahah pawang hujannya kehujanan. Namun saya tetap menjalankan tugas saya. Bahkan ketika menunaikan tugas, terbersit sugesti, melihat wajah Pak Jokowi dan Pak Erick Tohir,  dan dalam batin saya ada keyakinan bahwa ajang moto GP ini akan sukses, dan Indonesia pantas menyelanggarakan ajang bergengsi ini"

Kepada Dedy Corbuzier, Rara Sang Pawang Hujan Moto GP Mandalika ini mengaku dibayar 5 juta perharinya. Dibilang murah ya murah, akunya. Namun ini bukan sekedar angka/nominal tetapi lebih kepada pengabdian/pelayanan terhadap negara.

Baca Juga: Ada 7 Cara Agar Doa di Hari Jumat Cepat Dikabulkan

"Pawang hujan ala Rara' ada perjanjiannya, ia mengaku pokoknya sampai selesai bisa di "handle'. Hujan gak hujan tetap dibayar. Kemungkinan hujan ada saja, karena Rara manusia biasa, klaimnya.

Sebelum ajang moto GP Mandalika, Pramugari cuaca ini mengklaim sempat dibayar dengan angka fantastis untuk menunaikan tugas sebagai pawang hujan. Rara mengaku pernah dibayar 50 juta perhari untuk menjadi pawang hujan di pagelaran musik Gun N Roses.

Perempuan yang telah memiliki satu anak ini mengaku, profesinya sebagai pawang hujan juga kerap membantu program vaksinasi yang diselanggarakan oleh Basarnas. Sebagai pawang hujan dirinya mengaku hidupnya hanya untuk pelayanan.

Baca Juga: Sambut Kebijakan Standar Emisi Euro 4 Pada April 2022 Mendatang, KTB Hadirkan 29 Model Kendaraan Niaga

Setelah rampung menunaikan tugas diajang moto GP mandalika, projec berikutnya yakni membantu pengaspalan di Bandara Halim. Ini pun merupakan bagian dari pelayanan terhadap negara.

Salah satu pantangan menjadi pawang hujan yakni, larangan melakukan hubungan sexual sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan  dan setelah acara pelaksanaan. Setelah beberapa lama/atau saat tidak melaksanakan pelayanan boleh melakukan hubungan sexual.  

Selain itu, kewajibannya yakni pawang hujan harus dalam keadaan suci. Pada saat melaksanakan pelayanan atau tugas sebagai pawang hujan tidak memakai sepatu atau sandal, sebagai simbol menyatu dengan alam.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi Di Kabupaten Bandung Barat Tembus 130 Ribu Rupiah Per Kilo

Menjawab statement BMKG, bahwa hujan berhenti pada saat akan diselanggarakannya moto GP,  karena memang waktunya. Rara hanya menjawab hujan berhenti berkah dari doa.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Sumber: Podcast Deddy Corbuzier

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3S CCO Contest 2022 Region Jawa Barat Kembali Digelar

Jumat, 25 November 2022 | 22:03 WIB

Sisi Gelap Kehidupan Korea Selatan, Tak Seindah Drakor

Kamis, 24 November 2022 | 22:14 WIB

Gempa Bumi Di Cianjur, Simak Data dan Fakta Selengkapnya

Selasa, 22 November 2022 | 17:30 WIB
X