Indonesia Pengkonsumsi Rokok Peringkat Ketiga Dunia Setelah Cina dan India

photo author
Dadan Firmansyah, Bisnis Bandung
- Kamis, 24 Maret 2022 | 23:09 WIB
Ilustrasi Rokok (pixabay)
Ilustrasi Rokok (pixabay)

Bisnis Bandung - Pengamat dan juga Dosen Prodi Perdagangan Internasional FISIP Universitas Widyatama, Denny Saputera S.E., M.M mengemukakan, tembakau merupakan bahan baku utama dalam membuat rokok dan sumber daya alam nabati dari hasil perkebunan.

Dalam penelitian (Glio, 2017) Spesies utama Nicotiana Tabacum dan Nicotiana Rustica yang paling banyak dimanfaatkan dan dikembangkan karena bernilai ekonomis tinggi. Dan Indonesia berada ada peringkat ke Enam Dunia dalam produsen tembakau dibawah Cina (42%), Brazil (11%), India (10,6%), Amerika (4,6%) dan terakhir Malawi dengan 3.02%.

Berdasarkan data dari (APTI) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia tercatat luas lahan tembakau di 15 Provinsi di Indonesia seluas 245.000 hektar.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi Di Kabupaten Bandung Barat Tembus 130 Ribu Rupiah Per Kilo

Industry tembakau ini tercatat sebagai sektor padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang terserap dalam industri tembakau ini sejumlah 1.7 juta pekerja atau 39,71% kontribusinya terserap dalam dunia kerja jika dibandingkan dengan industri manufaktur dan distribusi yang tercatat sejumlah 4,28 juta.

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok terbesar ketiga didunia, setelah negara Cina dan negara India dan di ASEAN, Indonesia menempati posisi teratas, perokok didominasi oleh laki-laki sebanyak 65%, paparnya kepada Bisnis Bandung (BB), di Bandung.

Perilaku merokok merupakan penyumbang utama terhadap terjadinya penyakit dan kematian akibat penyakit tidak menular.

Baca Juga: Potensi Serta Dampak Kenaikkan Harga Pertamax dan Pertalite Ditahun Ini

Dampaknya berupa perilaku buruk baik yang dirasakan oleh perokok aktif maupun orang-orang yang ada disekitarnya (perokok pasif). Bagi seorang ibu perilaku merokok secara langsung maupun tidak langsung dapat berdampak buruk pada Kesehatan keluarga terutama pada anak-anaknya.

Berdasarkan Penelitian (Purwati) Rokok merupakan salah satu produk terbesar yang memiliki peminat tertinggi dikalangan masyakat Indonesia, yang menimbulkan beban ekonomi dan Kesehatan yang besar untuk Indonesia.

Konsumsi tertinggi rokok di Indonesia yaitu berada pada kalangan orang-orang yang kurang mampu, yang menyebabkan masyarakat Indonesia sulit lepas dari jerat kemiskinan.

Baca Juga: Digitalisasi Bisnis Perunggasan

Denny Saputera S.E., M.M mengimbuhkan, produk olahan Industri Tembakau (HTI) dapat berupa sigaret, cerutu, tembakau iris, rokok daun klabot. Data dari Kementrian Perindustrian, jumlah produksi tembakau nasional di 2019 mencapai 190.000 sampai dengan 200.000 ton pertahunnya, sedangkan kebutuhan dalam negeri mecapai 320.000 sampai 330.00 ton pertahunnya.

Ibarat dua sisi mata utang HTI dihadapkan pada keadaan yang dilematik dan kontoversi, industri ini dapat menyerap banyak tenaga kerja tetapi disisi lain produk tembakau menimbulkan eksternalitas negatif bagi Kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X