bisnisbandung.com - Pemerintah optimistis kondisi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah gejolak global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa peringkat kredit Indonesia tetap aman dan pertumbuhan ekonomi nasional berpeluang menembus 5 persen.
Pernyataan itu disampaikan usai rangkaian pertemuan dengan berbagai lembaga internasional di Amerika Serikat, termasuk perusahaan pemeringkat Standard & Poor’s (S&P), Bank Dunia, dan IMF.
Menurut Purbaya, hasil diskusi dengan S&P menunjukkan pandangan positif terhadap perekonomian Indonesia.
Perusahaan tersebut menilai fondasi ekonomi nasional masih kuat sehingga outlook Indonesia tetap berada pada posisi stabil.
Ia menjelaskan, stabilnya outlook tersebut menjadi sinyal bahwa peringkat kredit Indonesia dinilai aman dalam jangka menengah. S&P juga disebut akan kembali melakukan evaluasi lanjutan pada pertengahan tahun saat kunjungan ke Indonesia.
Kondisi ini dinilai memberi ketenangan bagi pasar, terutama setelah muncul kekhawatiran terkait potensi perubahan outlook dari sejumlah lembaga pemeringkat global lainnya.
Selain soal peringkat kredit, Purbaya juga menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berpotensi melampaui proyeksi konservatif sejumlah lembaga internasional.
Baca Juga: Blokade AS ke Pelabuhan Iran Dinilai Bisa Jadi Senjata Tekanan dalam Negosiasi
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama berpeluang menyentuh 5 persen. Momentum tersebut diperkirakan berlanjut pada kuartal kedua, didorong kuatnya permintaan domestik dan keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, meskipun ekonomi dunia masih menghadapi tekanan, Indonesia memiliki daya tahan yang cukup baik karena faktor domestik tetap kuat.
“Tadi saya bilang kan triwulan pertama mungkin 5, bahkan triwulan kedua mungkin di sana atau lebih juga,” ucap Purbaya, dilansir dari YouTube Kompas TV.
“Jadi walaupun ada gejolak di perekonomian global, karena kita berhasil meredam dengan baik, perekonomian domestik masih akan tumbuh dengan baik,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Di Tengah Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak, Ini Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI
Lebaran di Tengah Tekanan Ekonomi Keluarga: Refleksi dan Solusi Berbasis Nilai
Pertemuan Prabowo Subianto dan Vladimir Putin di Moskow Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Energi