bisnisbandung.com - Pernyataan Donald Trump terkait potensi penguasaan dan blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dinilai tidak mencerminkan realitas di lapangan.
Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Dian Wirangjurit, menilai wacana tersebut cenderung berlebihan dan sulit untuk diwujudkan secara operasional.
Ia menyoroti bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz bukan didominasi kapal Iran, melainkan kapal dari berbagai negara yang mengangkut minyak dari kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, kondisi ini membuat narasi blokade menjadi tidak relevan, karena kapal yang melintas justru milik negara-negara pembeli minyak dari kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait.
Baca Juga: AS Sebut Tengah Berupaya Membuka Kembali Peluang Diplomasi dengan Iran
“Saya kira juga omong kosong kalau dibilang mereka bisa memblokade kapal Iran. Yang harus diblokade itu kan katanya yang mau keluar masuk,” lugas Dian dilasir dari YouTube Metro TV.
“Sementara Iran sendiri sudah puluhan tahun terkena sanksi, sehingga tidak mungkin menjual minyaknya melalui kapal-kapal yang ada di pelabuhan mereka,” terusnya.
Selain itu, ia juga menilai kemampuan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut tidak cukup untuk menutup seluruh akses pelabuhan Iran.
Kehadiran armada AS di wilayah Teluk Persia disebut terbatas, bahkan penguatan militer masih dilakukan secara bertahap dengan memindahkan sebagian kekuatan dari kawasan lain ke sekitar Samudra Hindia dan Laut Oman.
Baca Juga: Kontroversi Lagu “Erika” di Kegiatan Mahasiswa ITB Viral, HMT-ITB Minta Maaf dan Tarik Konten
Dalam konteks tersebut, klaim bahwa Selat Hormuz berada dalam kendali penuh Amerika Serikat dinilai tidak berdasar.
Sebaliknya, Iran justru dianggap memiliki posisi strategis untuk mempengaruhi lalu lintas kapal di wilayah tersebut, terutama terhadap kapal militer.
Lebih jauh, situasi di lapangan juga menunjukkan bahwa Iran tidak menutup akses bagi kapal nonmiliter.
Baca Juga: VIRAL! Pidato Lama Jim Carrey Bongkar Rahasia Kesadaran : Benarkah Ia Sudah “Bangun” dari Realitas?
Artikel Terkait
Selat Hormuz Memanas, China Sebut Aksi Militer AS Berbahaya
Manuver Politik Prabowo, Di Balik Pertemuan dengan Putin Saat Menhan Bertemu Pejabat Militer AS
AS Sebut Tengah Berupaya Membuka Kembali Peluang Diplomasi dengan Iran