Aktivitas pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara seperti China, Rusia, India, hingga Pakistan tetap berlangsung.
Dari sisi jumlah, kapal yang berada di kawasan Teluk Persia juga disebut tidak sebanyak yang sering digambarkan.
Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa wacana blokade besar-besaran tidak sesuai dengan kondisi aktual.
Dengan berbagai faktor tersebut, analisis ini menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz masih jauh dari klaim dominasi penuh oleh Amerika Serikat, dan dinamika kawasan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan kekuatan yang kompleks.***
Baca Juga: Simpang Siur Pengadaan Motor Listrik Rp897 Miliar, BGN dan Kemenkeu Beda Versi
Artikel Terkait
Selat Hormuz Memanas, China Sebut Aksi Militer AS Berbahaya
Manuver Politik Prabowo, Di Balik Pertemuan dengan Putin Saat Menhan Bertemu Pejabat Militer AS
AS Sebut Tengah Berupaya Membuka Kembali Peluang Diplomasi dengan Iran