Banyak Kasus Terjadi, Jabar Dapat Rapor Merah Untuk Perlindungan Anak

- Minggu, 24 Juli 2022 | 20:48 WIB
Ilustrasi Perundungan Anak (Pixabay)
Ilustrasi Perundungan Anak (Pixabay)

"Indikator pencapaian kota dan kabupaten layak anak, harus dibuktikan dengan implementasi di lapangan dengan benar-benar terlindungnya hak anak-anak," tegasnya.

Andri pun menganggap, pemda tidak memiliki konsep yang jelas tentang perlindungan anak.

Hal tersebut salah satunya terlihat dalam hal anggaran, "Kota Bandung tahun 2021 hanya 500 juta, Kabupaten Cirebon 400 juta, dan Karawang 800 juta," ungkapnya.

Andri pun berharap, pemerintah daerah lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan tidak merasa perlindungan anak cukup ditangani Dinas Perlindungan Anak.

Menurutnya, diperlukan sinergitas dan kolaborasi penyelenggaraan perlindungan anak untuk menjadi komitmen bersama pemerintah, DPRD dan masyarakat.

Baca Juga: Voyager Berusaha untuk Membuka Kembali Penarikan Platform Crypto yang Bangkrut

Sementara itu, menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dirinya pernah menjadi korban perundungan saat masih berusia anak-anak.

Karenanya, Ridwan Kamil berharap, segala kasus perlindungan anak salah satunya perundungan tidak terjadi kembali.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan DP3AKB untuk menangani hingga melakukan pendampingan terhadap berbagai kasus yang terjadi, salah satunya perundungan anak di Tasikmalaya.***

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Garut Bersyukur Alumni ITB "Nyaah ka Garut"

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:30 WIB

Ridwan Kamil Mengapresiasi Dibuatnya AMS Rescue

Minggu, 25 September 2022 | 12:08 WIB

Jelang Rakerda, IA ITB Jabar Gelar Seminar Geothermal

Rabu, 21 September 2022 | 07:51 WIB

HIPMI KBB, Bangkit Solid

Senin, 19 September 2022 | 20:40 WIB
X