Banyak Kasus Terjadi, Jabar Dapat Rapor Merah Untuk Perlindungan Anak

- Minggu, 24 Juli 2022 | 20:48 WIB
Ilustrasi Perundungan Anak (Pixabay)
Ilustrasi Perundungan Anak (Pixabay)

Bisnis Bandung - Beberapa kasus terkait perlindungan anak terjadi di Jawa Barat akhir-akhir ini.

Salah satunya, kasus perudungan anak SD di Tasikmalaya yang membuatnya depresi dan meninggal.

Tak hanya kasus tersebut, berbagai kasus lainnya pun terjadi diantaranya kekerasan seksual terhadap sejumlah santri anak pun terjadi di Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Hal tersebut membuat Kelompok Masyarakat Peduli Perlindungan Anak (KMPPA) Jabar memberikan rapot merah kepada Jawa Barat untuk perlindungan anak.

Baca Juga: Perusahaan Crypto, BlockFi Miliki Pinjaman Sebesar 1,8 Miliar Dolar, 600 Juta Dolar diantaranya Tanpa Jaminan

Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Perlindungan Anak (KMPPA) Jabar, Andri Mochamad Saftari pun menganggap pemerintah daerah selaku penyelenggara negara sekaligus penyelenggara perlindungan anak tak serius menjamin hak anak.

"Hingga saat ini, angka pekerja anak, perdagangan anak, eksploitasi seksual, pernikahan anak, peredaran narkoba, anak putus sekolah, stunting dan lainnya di Jabar masih tinggi," ujarnya.

KMPPA menemukan fakta kasus tersebut di 13 kota kabupaten yaitu Bandung, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Indramayu, Karawang, Sukabumi, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran dalam Road Show Advokasi Hak Anak.

Andri mengatakan, perlindungan anak harus menjadi komitmen bersama pemerintah, DPRD, dan masyarakat, sesuai amanat UU Pasal 20 Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Setelah 3AC Runtuh, Blockchain.com Menyusut 25 Persen dan Tutup Kantor di Argentina

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Tarif Promo Merdeka

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:56 WIB
X