Potensi Sesar Lembang dan Kesiapan Kota Bandung Dalam Menghadapi Bencana

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 13:13 WIB
Kegiatan rapat pengurus FPRB Kota Bandung (dok. FPRB)
Kegiatan rapat pengurus FPRB Kota Bandung (dok. FPRB)

Bisnisbandung.com - Hasil riset mengenai Sesar Lembang yang terbit di jurnal internasional Tectonophysics pada 13 Desember 2018, yang dikerjakan oleh Dr. Mudrik Rahmawan Daryono dan rekan-rekan mengungkapkan bahwa Sesar Lembang memiliki potensi gempa kuat, yakni bisa mencapai Mw (Momen Magnitudo) 6,5 sampai 7,0 yaitu memiliki kekuatan gempa yang lebih kuat pernah terjadi di Yogyakarta tahun 2006.

Dr. Mudrik Rahmawan Daryono mengatakan bahwa secara teori kita sudah dalam fase pelepasan energi, dimana Sesar Aktif ini memiliki periode rulang (“ulang tahun gempa”) antara 170 sampai 670 tahun. Saat ini, kita sudah berada pada tahun ke-570an dari kejadian gempa yang terakhir. Artinya, bisa terjadi gempa, tapi belum diketahui kapan.

Gempa diperkirakan akan terjadi dari Lembang sampai ke seluruh wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dsk). Oleh karena itu, kita perlu siap siaga untuk menghadapi gempa tersebut. "Setidaknya kalau kita sudah siaga gempa, bencana apa pun kita akan siap. Otomatis juga, kesiapsiagaan pangan pun akan siap" ungkap beliau.

Baca Juga: Wilayah Sesar Lembang Beresiko Terdampak Gempa Daya Rusak Tinggi

Untuk menghadapi hal itu, FPRB Kota Bandung sedang mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang tentunya akan sangat bermanfat kepada masyarakat Kota Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Dalam rapat pengurus FPRB Kota Bandung yang dilakukan di 910 Café, Jl. Rajamantri Kulon No.2 pada tanggal 19 Agustus 2022, membahas beberapa kegiatan yang tentunya akan segera dilakukan.

Trio Meirdiano selaku Ketua FPRB Kota Bandung dan sekaligus yang memimpin rapat tersebut menjelaskan beberapa poin yang akan dilakukan. Pembahasan tersebut diantaranya membahas mengenai persiapan untuk membentuk Kelurahan Tangguh Bencana, khususnya untuk se-Kota Bandung, dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan ditingkat pelajar.

Selain itu memperluas sosialisasi dan edukasi mengenai kebencanaan kepada semua segmen melalui berbagai cara, seperti kepada kaum rentan dan disabilitas, lansia, pelaku usaha dan lainnya. Salah satu cara untuk sosialiasi, peran pelaku media juga harus pro-aktif akan berita kebencanaan.

Untuk edukasi, kita bias langsung melakukan pertemuan diskusi di daerah-daerah yang memang rawan sekaligus assessment pemetaan lapangan. Program yang akan dilakukan ini tentunya program yang sangat luar biasa, karena hal ini akan membuat masyarakat lebih paham mengenai kewaspadaan menghadapi bencana.

Baca Juga: Kelompok Tani Margawindu Menyayangkan Wilayahnya Dianggap Sebagai Biang Kerok Terjadinya Bencana

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3S CCO Contest 2022 Region Jawa Barat Kembali Digelar

Jumat, 25 November 2022 | 22:03 WIB

Sisi Gelap Kehidupan Korea Selatan, Tak Seindah Drakor

Kamis, 24 November 2022 | 22:14 WIB

Gempa Bumi Di Cianjur, Simak Data dan Fakta Selengkapnya

Selasa, 22 November 2022 | 17:30 WIB
X