Kelompok Tani Margawindu Menyayangkan Wilayahnya Dianggap Sebagai Biang Kerok Terjadinya Bencana

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:05 WIB
Dari kiri ke kanan : Asep Kurniawan (Humaslitbang Poktan Margawindu),Andi Rukandi(sekertaris PokTan Margawindu),Abah Adim (Sesepuh Warga) (Bisnisbandung.com/Kewoy)
Dari kiri ke kanan : Asep Kurniawan (Humaslitbang Poktan Margawindu),Andi Rukandi(sekertaris PokTan Margawindu),Abah Adim (Sesepuh Warga) (Bisnisbandung.com/Kewoy)

Bisnis Bandung - Pasca Banjir bandang yang terjadi di Desa Citengah dan Desa Cipancar pada Rabu pekan lalu yang mengakibatkan kerugian material dan menimbulkan korban jiwa, warga masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Margawindu Desa Citengah,sangat menyayangkan dengan ramainya informasi dan beredarnya kabar bahwa banjir bandang yang terjadi tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan di wilayah mereka (Margawindu).

Hal ini menurut Humas Litbang PokTan Margawindu Asep Kurniawan,dianggap terlalu berlebihan dan sangat menyudutkan warga setempat. Padahal menurut Asep yang didampingi sekertaris PokTan Margawindu Andi Rukandi,dirinya bersama dari pihak Walhi Jabar sehari setelah kejadian pada hari Kamis (5/5/2022), ikut mendampingi pihak Walhi Jabar untuk melakukan observasi dilokasi kejadian hingga menyusuri sungai untuk mencari penyebab terjadinya banjir bandang.

Bertempat di Saung Baru Sawah Margawindu Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang,Kelompok Tani Desa Margawindu menggelar Konfrensi Pers terkait dengan informasi yang beredar pasca bencana banjir Citengah Cipancar. Informasi tersebut dinilai warga sangat merugikan warga dan bahkan dianggap terlalu menyudutkan wilayah mereka.

Baca Juga: Jangan Panik, Penyakit Mulut dan Kuku Tak Menular dari Hewan ke Manusia, Tapi Ada Syaratnya...

Akibatnya lokasi wisata pasca kejadian langsung ditutup sementara untuk dilakukan mitigasi dan mencari penyebab jelas banjir bandang yang terjadi.Imbas dari penutupan lokasi ini meskipun hanya beberapa hari,sangat dirasakan oleh warga karena tidak adanya pergerakan ekonomi yang didapat warga,sehingga wargapun merasa geram apalagi dengan beredarnya kabar informasi bahwa banji bandang terjadi akiat alih fungsi lahan dan banyaknya bermunculan bangunan liar di Margawindu.,

"kami sebagai warga masyarakat Margawindu,menolak adanya tudingan penyebab terjadinya bencana yang berasal dari perkebunan Margawindu,kami menolak karena fakta dan data yang ditemukan dilapangan oleh pihak walhi jabar,sudah bisa menjawab tudingan sebelumnya,namun meskipun demikian kami berupaya seobyektif mungkin memberikan keterangan mengenai kawasan Margawindu,bukan sebagai penyebab bencana seperti kabar yang eredar,apalagi kami selalu instens menerima informasi dari rekan rekan Walhi yang selalu mengadvokasi masyarakat",ujar Asep.

Sementara itu hal yang sama juga di benarkan oleh sekertaris Kelompok Tani Margawindu Andi Rukanda,yang mengatakan bahwa pasca kejadian banjir bandang pihaknya bersama warga lainnya mendampingi dilokasi ketika rekan rekan Walhi dan beberapa perangkat dari instansi Pemerintahan kabupaten Sumedang,melakukan pengecekan dan observasi guna mengetahui penyebab pasti banjir bandang.

Baca Juga: Calon Pemain Naturalisasi Tiba di Jakarta Hari Ini, Kebut Jadi WNI

Kesimpulannya dari hasil pengecekan dan observasi dilapangan, pihak dari Walhi Jabar sudah mengetahui dan mengeluarkan kesimpulan dari akibat bencana tersebut.Dari kesimpulan yang dikeluarkan pihak Walhi Jabar,Andi dan warga lainnya merasa  kecewa dengan adanya informasi bahwa bencana yang terjadi disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan di wilayah Margawindu.

"Sekretaris Kelompok Tani Margawindu Desa Citengah Andi rukandi mengatakan, jangankan untuk membangun vila pak,pengunjung aja sepi sekarang sekarang ini,semenjak adanya wabah korona dan diberlakukan ppkm uang dari mana,hanya kalo memang saung dan warung warung semi permanen memang ada dan itu dikelola warga masing masing"tuturnya.

Andi berharap kedepannya tidak ada lagi saling tuding atau ada yang dijadikan kambing hitam akibat bencana yang terjadi,dan Andi sangat berharap jika ada hal hal tertentu menyangkut hajat hidup orang banyak seperti ini,sekiranya pihak pemerintah atau pihak yang berwenang agar bisa menyaring informasi informasi yang masuk terlebih dahulu,jadi jangan langsung mengambil kesimpulan sebelum cek dan ricek penyebab pastinya.

Baca Juga: Melancong Ke Kebun Binatang Bandung

"kami semua saat ini khususnya ingin fokus lagi bekerja menggarap lahan garapan kami sebelumnya dengan suasana tenang seperti dulu,dan kami harap pihak pemerintah terkait jangan dulu cepat mengambil kesimpulan sebelum mengecek kelapangan benar atau tidaknya agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan maupun di kambing hitamkan",ujarnya.

Dari hasil observasi dan wawancara pihak Walhi Jabar dilapangan,akhirnya didapat kesimpulan jika banjir bandang yang terjadi di lapangan adalah :

- Terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di sisi selatan Desa Citengah yaitu di kawasan Taman Buru Gunung Kareumbidan sekitarnya pada hari Rabu 4 Mei 2022,dan hujan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB
- Air hujan tersebut tidak mampu terserap oleh kawasan hutan Gunung Kareumbi yang langsung mengalir ke sungai Citengah dan sungai Citundun sebagai air larian atau water runoff pada saat yang bersamaan hingga air tersebut meluap.
- Luapan air sungai citengah dan sungai Citundun tersebut tergabung menjadi satu agian dan langsung mengarah ke aliran Sungai Cihoje hingga terjadilah banjir bandang.
(sumber rilis WALHI Jawa Barat)

Baca Juga: Dicari, Produk Ekonomi Kreatif Dengan Story Telling Tentang Jabar

Asep juga menambahkan pada sebelumnya ada tudingan di wilayah perkebunan Margawindu ini terdapat banyak bangunan bangunan permanen alias vila vila,itu bisa di lihat benar atau tidaknya dilokasi.

"jangankan membangun atau untuk mendirikan sebuah bangunan dilokasi perkebunan apalagi lahan milik negara,pohon yang hampir tumbang dan dipastikan menutup jalan desa saja,kita semua tidak berani mengusik karena takut disalahkan nantinya,paling yang kita bisa segera melaporkannya,"'terang Asep.

Namun Asep dan semua warga yang bermukim di Margawindu tersebut tidak menyalahkan siapa siapa saja yang menuding ataupun menyudutkan wilayahnya sebagai penyebab terjadinya bencana,karena semua sudah ditanagni oleh pihak yang berkompeten dalam bidangnya dan bisa terjawab.Hanya bisa mengambil hikmahya saja dari kejadian bencana yang terjadi,karena warga hanya ingin kembali fokus bekerja menggarap lahan garapannya masing masing.

Halaman:

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fun Synergy Bandung Cluster, Pererat Silaturahmi Media

Selasa, 29 November 2022 | 09:00 WIB

Sakit Yang dirasa Terobati Dengan Raih Medali Emas

Rabu, 16 November 2022 | 11:00 WIB

Anda Warga Garut, Yuk Dukung Garut Go Internasional

Senin, 14 November 2022 | 21:15 WIB
X