SPI: Pemerintah Harus Berkomitmen Pada Kebijakan Berorientasi Kepentingan Rakyat, Bukan Bisnis Semata

- Rabu, 6 Juli 2022 | 10:25 WIB
SPI melansir belum ada kebijakan pemerintah yang efektif untuk mengatasi gejolak di masing-masing subsektor NTP (unsplash)
SPI melansir belum ada kebijakan pemerintah yang efektif untuk mengatasi gejolak di masing-masing subsektor NTP (unsplash)


Bisnisbandung.com- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terkait Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2022 sebesar 105,96 atau naik 0,52 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP tersebut dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sebesar 1,47 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,94 persen.

Kenaikan NTP Juni 2022 juga dipengaruhi oleh naiknya dua subsektor NTP, yakni Hortikultura (13,44 persen) dan Peternakan (0,55 persen).

Baca Juga: SPI: Kenaikkan Harga Pakan dan Pupuk Menambah Beban Petani

Sementara itu, tiga subsektor NTP mengalami penurunan, yaitu Tanaman Pangan (1,20 persen); Tanaman Perkebunan Rakyat (1,16 persen); dan Perikanan (0,39 persen).

Menanggapi tersebut, Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI), Mujahid Widian, menyebutkan kendati NTP mengalami kenaikan, pemerintah harus mewaspadai biaya produksi pertanian yang naik cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir yang akan berpengaruh di bulan-bulan berikutnya.

“Dari data yang dipublikasikan BPS, kita lihat lb atau harga yang harus dikeluarkan petani terus mengalami peningkatan. Sementara lt ataupun harga yang diterima petani, kendati secara keseluruhan meningkat tetapi jika kita lihat di masing-masing subsektor cukup mengkhawatirkan,” katanya.

“Subsektor tanaman pangan misalnya, sejak Maret 2022 Nilai NTP nya berada di bawah 100 atau standar impas. Berdasarkan laporan dari anggota SPI di berbagai wilayah, penurunan ini disebabkan turunnya harga komoditas jagung, sementara untuk gabah relatif stabil"

"Kondisi tersebut dihadapkan pada naiknya biaya yang harus dikeluarkan petani, baik untuk konsumsi maupun biaya produksi” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK Terus Dorong Pengembangan UMKM Jabar

Sabtu, 24 September 2022 | 15:46 WIB

SPI Tolak Kedelai GMO, Kembangkan Benih Lokal

Rabu, 21 September 2022 | 11:22 WIB
X