Buronan Kasus Korupsi, Novel Baswedan Pertanyakan Keseriusan KPK Tangani Kasus Harun Masiku

- Rabu, 25 Mei 2022 | 01:04 WIB
Masyarakat sudah amanatkan melalui negara kepada mereka (KPK), terus mereka lemparkan lagi kemasyarakat itu lucu, mengolok-olok!!  (Foto: Instagram @novelbaswedanofficial)
Masyarakat sudah amanatkan melalui negara kepada mereka (KPK), terus mereka lemparkan lagi kemasyarakat itu lucu, mengolok-olok!! (Foto: Instagram @novelbaswedanofficial)


Bisnis Bandung - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengkritisi pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri, yang menyatakan, buronan kasus korupsi, Harun Masiku, tidak bisa tidur nyenyak karena masih berstaus buronan.

Menurut Novel Baswedan, buronan kasus korupsi, Harun Masiku bisa tidur atau tidak, itu bukan urusan KPK, itu urusannya sendiri, tidak perlu diurusi. Urusannya Firli Bahuri, selaku Ketua KPK, kenapa sampai sekarang belum ditangkap.

"Saya juga baca beberapa komen yang mengatakan bahwa itu sejak 2019-2021 kenapa saya (read: Novel Baswedan) dan kawan-kawan nggak pernah menangkap buronan kasus korupsi, Harun Masiku, komennya salah, karena kasusnya itu baru mulai 2020" kata Novel Baswedan.

Baca Juga: Novel Baswedan: Inilah Alasan Tim Penyidik KPK Tidak Bisa Tangkap Harun Masiku

"Jadi bukan 2019 belum ada kasusnya, bagaimana mau ditangkap. Cuma karena komen-komen ngawur saya (read: Novel Baswedan) tidak tanggapi, saya tidak respon"

"Cuma diforum ini saya perlu sampaikan karena kebenaran itu harus disampaikan", kata Novel Baswedan, dichannel youtube Novel Baswedan, dengan judul video "Novel Baswedan Bongkar Mengapa Harun Masiku Belum Tertangkap", tayang 24 Mei 2022.

Novel Baswedan menceritakan, ketika dulu kasus itu pertama kali adanya OTT dari tim KPK, dan tim itu memang salah satunya yang memimpn OTT itu adalah tim yang selama ini bersama dengan tim saya, tim itu sering bersama-sama menangani kasus, ya berkolaborasi.

Memang dalam penangkapannya yang ditangkap adalah salah seorang Komisioner KPU, dan Harun Masiku adalah pihak yang ingin menjadi anggota dewan, kalau tidak salah. Jadi ada proses disitu, dan melibatkan oknum tertentu di partai politik.

Jadi kasus ini melibatkan oknum di partai politik tertentu dan posisinya cukup tinggi, jadi ada back up an politik disana, dan saat penangkapan, kita perlu ingat bahwa timnya yang dari KPK ada intimidasi dilapangan, sempat "dikerjai" dilapangan, dan pimpinan KPK diam saja.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3S CCO Contest 2022 Region Jawa Barat Kembali Digelar

Jumat, 25 November 2022 | 22:03 WIB
X