Ade Armando: Memperjuangkan Kebebasan dan Keterbukaan Dalam Beragama Itu Kewajiban Yang Mengandung Risiko

- Kamis, 19 Mei 2022 | 22:26 WIB
Ade Armando, perjuangakan kebebasan dan keterbukaan beragama memang berisiko, tapi harus ditempuh, karena saya memiliki kepintaran dan pengaruh.  (Youtube Cokro TV)
Ade Armando, perjuangakan kebebasan dan keterbukaan beragama memang berisiko, tapi harus ditempuh, karena saya memiliki kepintaran dan pengaruh. (Youtube Cokro TV)

Bisnis Bandung - Pegiat Sosial Media, Akademikus, Ade Armando dichannel youtube CokroTv, mengatakan hari ini saya (read: Ade Armando) mulai muncul lagi di di Cokro Tv,  dan Pergerakan Indonesia untuk Semuanya (PIS)

Ade Armando menegaskan, ada sebagian orang bertanya, apakah saya akan tetap kritis terhadap Islam? Saya akan jawab, saya tidak kritis terhadap Islam, yang saya (read: Ade Armando) kritik adalah penafsiran terhadap Islam.  

Itu adalah dua hal yang sangat berbeda, saya (read: Ade Armando) percaya bahwa Islam adalah ajaran yang membawa perdamaian dan Rahmatan bagi seluruh alam.

Namun karena cara penafsiran yang menurut saya (read: Ade Armando) salah, Islam kini menjadi sumber perpecahan, kebencian dan kekerasan.

Baca Juga: Pasca Dikeroyok, Ade Armando Mengklaim, Otaknya Masih Berfungsi Normal, Kondisinya Kian Membaik

"Saya harus sampaikan itu, karena sebagai seorang muslim saya harus menegakkan kebenaran". Kata Ade Armando.

"Kadang itu membawa risiko yang besar bahkan sangat besar. Tapi jalan itu harus saya tempuh, karena saya merasa memiliki pemahaman, memiliki kepintaran untuk menyampaikannya, dan juga memiliki pengaruh"

"Karena itu buat saya, mengkritik cara penafsiran Islam yang sempit adalah kewajiban, apapun risikonya" papar Ade Armando.

Ade Armando menegaskan memperjuangkan  kebebasan dan keterbukaan dalam beragama itu adalah sebuah kewajiban yang penuh mengandung risiko, tapi tidak boleh ada langkah mundur.

Baca Juga: Kata Ustadz Abdul Somad (UAS) Upaya Deportasi Dirinya Disejumlah Negara Terindikasi ada Konspirasi

Berkacalah Pada Konflik Di Mesir.

Ade Armando menegaskan, apa yang terjadi di Mesir adalah contoh baik, sesudah Voda tewas, kelompok-kelompok Islam radikal tumbuh menguat.

Akibatnya ketika revolusi Mesir yang menggulingkan Presiden Mubarak terjadi, dengan segera kaum Islam radikal mengambil alih kekuasaan melalui pemilu.

"Islamisasi yang diterapkan di Mesir, melahirkan diskriminasi agama, konflik politik dan kehancuran ekonomi serangan balik segera terjadi, pihak militer mengkudeta kaum Islam radikal bahkan puluhan anggota Ihkwanul Muslimin dihukum mati"

"Karena itu, kita tidak boleh berhenti menegakkan kebenaran. Kalau kita-kita biarkan benih-benih radikalisme itu tumbuh tanpa ditentang, Indonesia bisa menjelma seperti Mesir, atau negara-negara Timur Tengah lainnya" imbuh Ade Armando.

Baca Juga: Hasil Akhir Babak Semi Final, Thailand Singkirkan Timnas U-23 Indonesia

Ditegaskan Ade Admando, memang pasti ada risiko tapi harus percaya Allah akan selalu berada bersama orang-orang yang menegakkan kebenaran.

"Ayo terus kita gunakan akal sehat, karena hanya dengan akal sehat, dunia ini akan selamat", pungkasnya.

Pernyataan Ade Armando tersebut diungkapkannya dichannel youtube CokroTv,
dengan judul video "Tidak Ada Kata Mundur Dalam Memperjuangkan Kebenaran", tayang 17 Mei 2022.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Sumber: YouTube Cokro TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa 9 Hari di Bulan Dzulhijjah

Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
X