Keren! Setelah KTT G20 di Bali, China dan Uni Eropa akan Bekerjasama ?

- Rabu, 23 November 2022 | 11:00 WIB
China dan Uni Eropa akan merencanakan bekerjasama dalam pemulihan Ekonomi yang dibicarakan dalam forum KTT G20 kemarin (pixabay/geralt )
China dan Uni Eropa akan merencanakan bekerjasama dalam pemulihan Ekonomi yang dibicarakan dalam forum KTT G20 kemarin (pixabay/geralt )

"Pertemuan antara para pemimpin China dan negara anggota Uni Eropa mengirim sinyal positif ke dunia dan akan meningkatkan kepercayaan hubungan China-Uni Eropa dan menyuntikkan dorongan ke dalam kerja sama praktis bilateral," katanya.

Tian mengatakan bahwa setelah pembangunan bertahun-tahun, hubungan ekonomi antara China dan Uni Eropa menjadi kuat. Bagi Eropa, yang berada di tengah krisis energi dan kesulitan ekonomi, sangat penting untuk memperdalam hubungan dengan Tiongkok dan memperluas kerjasama praktis di bidang ekonomi dan perdagangan.

Baca Juga: Heboh! Harga Properti di China Berlanjut Turun Sampai Bulan Oktober

Terlepas dari dampak pandemi COVID-19, nilai perdagangan bilateral untuk pertama kalinya melebihi $800 miliar, dan investasi dua arah kumulatif melebihi $270 miliar tahun lalu.

Dalam delapan bulan pertama tahun 2022, perdagangan antara kedua belah pihak mencapai $575,22 miliar, naik 8,8 persen tahun ke tahun. Investasi dari Uni Eropa di China melonjak menjadi $7,45 miliar, naik 121,5 persen tahun ke tahun, menurut angka resmi.

Jeffrey Lou, presiden dan ketua produsen bahan kimia Jerman BASF Greater China, mengatakan perusahaan berada di posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan di masa depan di China.

Baca Juga: Rusia dan China Berpotensi Kembangkan Mata Uang yang Didukung Emas dan Bisa Melemahkan Dolar AS

"Investasi BASF di China, pasar bahan kimia terbesar di dunia, sejalan dengan strategi kami untuk memproduksi dimana pelanggan kami berada," kata Lou.

BASF menghasilkan penjualan sekitar 12 miliar euro ($12,28 miliar) dengan pelanggan di China pada tahun 2021 dan memiliki 11.070 karyawan pada akhir tahun.

Lou mengatakan bahwa pada tahun 2030, China akan mencapai lebih dari dua pertiga pertumbuhan global dalam produksi bahan kimia, dengan sekitar setengahnya berasal dari China.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Nasib Investor?

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:45 WIB

Plat Nomor Khusus Tak Kebal Aturan Ganjil Genap

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:30 WIB

Tempat Rental Komik Bertahan Di Era Gempuran Digital

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:30 WIB
X