Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

- Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (kemenag.go.id)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (kemenag.go.id)

Kelompok itu juga menyatakan, umat Islam Indonesia harus mengacu pada pelaksanaan ibadah di Arab Saudi. Perbedaan waktu Indonesia dan Arab Saudi hanya empat jam. Tidak terlalu jauh.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah Jatuh Pada Tanggal 10 Juli 2022

Perbedaan itu akan terus terjadi karena perbedaan metode perhitungan dalam menentukan tanggal. Selain itu penampakan hilal juga berbeda.

Kelompok nonpemerintah, sebut saja Muhamadiyah, menentukan tanggal satu tiap bulan, dengan metode hisab. Mereka juga menentukan hilal dapat dilihat meskipun baru 0,8 derajat di atas ufuk (garis horisontal).

Pemerintah menentukan tanggal satu tiap bulan, dengan metode hilal rukyah. Hilal disebut tampak kalau sudah berada 4 derajat di atas ufuk.

Ketentuan itu merupakan kesepakatan empat negara, Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, dan Singapura. Kesep-akatan itu mengikat sampai ada kesepakatan baru.

Ketetapan tanggal 1 Dzulhijjah setelah menerima laporan dari semua titik npantauan hilal. Tidak ada satu pun pemantau hilal yang melaporkan hilal sudah terlihat. Karena itu usia bulan Hapit (Dzulkodah) genap 30 hari.

Baca Juga: Salah Satu Tempat di Lembang Ditunjuk Kemenag Sebagai Tempat Pengamatan Rukyatul Hilal 1 Syawal

Pemerintah menetapkan tanggal 1 Rayagung (Dzulhijjah) jatuh pada 1 Juli 2022. Saum arofah tanggal 9 Juli dan Iduladha tanggal Ahad, 10 Juli 2022.

Perbedaan pelaksanaan Iduladha tidak harus menjadi penyebab perpecahan. Justru harus kita terima sebagai rahmat Allah SWT.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa 9 Hari di Bulan Dzulhijjah

Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
X