Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarno Putri Pasti Difasilitasi Pihak Ketiga

- Senin, 9 Mei 2022 | 23:05 WIB
Kualitas dan kuantitas kekuasan Presiden Jokowi menurun, menteri - menterinya tidak peduli, fokus nyapres dan elektabilitas. (Tangkapan layar Youtube.com/Rocky Gerung Official)
Kualitas dan kuantitas kekuasan Presiden Jokowi menurun, menteri - menterinya tidak peduli, fokus nyapres dan elektabilitas. (Tangkapan layar Youtube.com/Rocky Gerung Official)

Bisnis Bandung - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Rocky Gerung mengatakan, pertemuan/sowan antara Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarno Putri, ini periode baru dalam politik pasca lebaran.

Dikatakan Rocky Gerung, sebetulnya orang ingin dapat kepastian, Jokowi pasca lebaran, kekuasaanya pasca juga apa tidak.

Dan Sebetulnya dalam kalkulasi yang agak masuk akal, terlihat bahwa kualitas kekuasaan merosot terus, dan kuantitasnya juga dengan sendirinya, dan Itu bisa dibaca dengan cermat, tegas Rocky Gerung, dichannel youtube Rocky Gerung Official, tayang 09/05/2022.

Baca Juga: Refly Harun: Habib Rizieq Tidak Dendam Kepada Prabowo Subianto, tapi Menyayangkan Hal yang Satu Ini

Menurut Rocky Gerung, sebetulnya Presiden Jokowi bilang aja, bahwa dirinya telah selesai, karena Menteri - menterinya tidak peduli lagi.

Semua Menteri - menterinya kini lebih fokus pada dirinya masing - masing untuk pencapresan dan elektabiltas.

Demikian halnya dengan para Gubernur-gubernur didaerah, banyak calon-calon baru yang bermunculan untuk mengikuti kontestasi 2024 mendatang.

Baca Juga: Rocky Gerung: Capres Pasang Taruhan, Sedangkan Etikabilitas Dan Intelektualitasnya Tidak Diasuh

Rocky Gerung mengimbuhkan, saat ini sejumlah lembaga survey pun mulai mencari calon - calon yang memiliki uang secara natural.

Sebagaimana diketahui, saat ini Presiden Jokowi pun mulai tampak jarang/langka didepan kamera.

Berbanding terbalik dengan Erick Tohir dan Ganjar Pranowo, yang gencar keliling sejumlah daerah di Indonesia.

Baca Juga: Ustadz Tengku Zulkarnain: Tragis, Partai Islam Menyebrang Ke Nasionalis Sekuler

Bisa jadi secara psikologis, Presiden Jokowi sudah tidak ingin, atau mengurangi ada didepan kamera, tidak lagi melakukan aksi bagi - bagi hadiah kaos atau buku tulis.

Lantas yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib Luhut Binsar Pandjaitan akankah mengikuti jejak Presiden Jokowi dengan meditasi, memikirkan kariernya kedepan?.

Baca Juga: Jabar Bentuk Tim Ahli Tangani Hepatitis Akut, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Tidak Panik

Menurut Rocky Gerung, politik Indonesia pasca lebaran harus dilihat dan dibaca dengan cara lain.

Menurut Rocky Gerung pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarno Putri pasti difasilitasi pihak ketiga.

Pihak ketiga ini yang mencairkan antara Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarno Putri.  

Baca Juga: Baru Berusia 21 Tahun, Erling Haaland Dibeli Manchester City, Digaji Miliaran Rupiah Per Pekan

"Yang pasti setelah bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Presiden Jokowi akhirnya bisa lega batin", ungkap Rocky Gerung.

"Kasian Presiden Jokowi menyingkir dari Jakarta, kasian lagi Presiden Jokowi memaksakan terealisasinya IKN".

Baca Juga: Samsat Pajajaran Penuh, Ridwan Kamil Motivasi Masyarakat Untuk Bayar Pajak Secara Online

Baca Juga: Buntut Penayangan Tutorial Jadi Pasangan Gay, Ramai-Ramai Tagar Unsubscribe Podcast Deddy Corbuzier

"Kita harus akui sisi humansi Presiden Jokowi, tetapi kita harus tetap kritisi tekhnokratisnya Presiden Jokowi"

"Jangan dilupakan, bahwa Presiden Jokowi berharap sesuatu yang tidak mungkin direalisasikan saat ini. Ia berambisi terealisasinya IKN,  padahal APBN tidak cukup dan akan membebankan kepada rakyat melalui pajak", pungkasnya.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Sumber: YouTube Rocky Gerung Official

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa 9 Hari di Bulan Dzulhijjah

Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
X