Kenapa Dana Haji Berkurang 1,5 Triliun

- Kamis, 2 Juni 2022 | 16:00 WIB
Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2022 (pixabay)
Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2022 (pixabay)


Bisnis Bandung - Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengungkap kan adanya kekurangan dana sekitar 1,5 Triliun untuk penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2022 sekarang yang disampaikan dalam rapat komisi VIII DPR RI beberapa hari lalu.

Baca Juga: Pembatalan Haji 2021 Mesti Diaudit Secara Transparan

Dikarena adanya biaya tambahan dari pihak negara Arab Saudia. Hal ini membuat anggota Komisi VIII DPR RI langsung kaget karena dalam beberapa hari lagi jemaah calon haji Indonesia harus segera di berangkatkan jangan sampai ada hal – hal yang tidak dinginkan apalagi dalam segi biaya.

Bercermin dalam beberapa tahun kemarin setelah covid 19 usai dalam kurun 2 tahun negara arab membuka kembali untuk haji kepada seluruh negara, sehingga antusias masyarakat seluruh dunia mengebu – gebu untuk naik haji, hal lain yang menjadi kendala adalah adanya biaya tambahan sebesar 1,5 Triliun membuat komisi VIII DPR RI merasa kaget karena uang sebanyak itu harus ada sebelum pemberangkatan sehingga meminta menteri agama untuk menunjukan surat resmi dari pemerintah arab tentang tambahan rincian 1,5 Triliun.

Baca Juga: Pemerintah Telah Tetapkan Kuota Haji Tahun 2022, Ini Jumlahnya

Adapaun tambahan tersebut adalah untuk Gus Yaqut menerangkan, tambahan biaya tersebut dikarenakan adanya aturan baru dari Arab Saudi yang mengubah layanan menjadi sistem paket untuk masyair, yaitu hari-hari pada puncak Ibadah Haji yang meliputi ibadah di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna). Gus Yaqut berharap Komisi VIII dapat menyetujui adanya tambahan anggaran tersebut.

"Terkait kebijakan Saudi, khususnya terkait pelayanan haji 2022, Saudi berlakukan sistem paket masyair dengan paket per jemaah 5.656,87 riyal. Di sisi lain anggaran yang disepakati pemerintah dan DPR pada 13 April hanya 1.531,02 riyal per jemaah," kata Gus Yaqut dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta.

Baca Juga: BPK Temukan Ketidakhematan Pengadaan Vaksin Meningitis Haji TA 2020 Iwan : DPR Jangan Hanya Jadi Jubir Pemerintah 

Selain untuk masyair Armuzna, Gus Yaqut mengungkap ada kekurangan dana terkait petugas haji daerah dan pembimbing KBIHU sebesar 2.388.412,83 riyal atau sekitar Rp 9,187 miliar. Kemudian kekurangan dana untuk biaya technical landing bagi jemaah haji yang berangkat dari Surabaya harus ke Soetta lebih dulu.***

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3S CCO Contest 2022 Region Jawa Barat Kembali Digelar

Jumat, 25 November 2022 | 22:03 WIB

Sisi Gelap Kehidupan Korea Selatan, Tak Seindah Drakor

Kamis, 24 November 2022 | 22:14 WIB
X