Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Nasional, Pussenkav Gelar Focus Group Discussion

- Senin, 5 Desember 2022 | 14:30 WIB
Komandan Pussenkav, Mayjen TNI Yanuar Adil, berfoto bersama Narasumber dan moderator usai Menggelar FGD  (dok. Pen. Pussenkav)
Komandan Pussenkav, Mayjen TNI Yanuar Adil, berfoto bersama Narasumber dan moderator usai Menggelar FGD (dok. Pen. Pussenkav)

Bisnisbandung.com - Pusat Senjata Kavaleri TNI Angkatan Darat mengelar Focus Group Discussion, dengan tema, "Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Dalam Mendukung Alutsista Kavaleri", di Gedung Manunggal Tri Daya Cakti Pussenkav Jalan Ciremai Kota Bandung, Kamis (01/12/2022).

Kegiatan Focus Group Discussion ini diawali dengan amanat dari Komandan Pussenkav Mayjen TNI Yanuar Adil, dimana dalam amanatnya Dan pussenkav mengatakan satuan Pussenkav akan siap dan bangga untuk dapat menggunakan produk dalam negeri khususnya dalam pembuatan Alutsista dengan peruntukan bagi korps kavaleri.

Baca Juga: Kekuatan Militer Indonesia meningkat, TNI AU terima jet tempur Sukhoi tercanggih dari Rusia

Menurut lulusan Akmil 1988 ini hal tersebut penting dilakukan agar kemandirian industri di negara ini semakin berkembang sehingga tidak terkendala dengan Mou dari negara pembuatnya.

Dalam kegiatan Focus Group Discusion yang diselenggarakan Pussenkav menghadirkan para Nara Sumber/Pemateri, diantaranya Vice President Bussimes Development PT PINDAD, DR.Yayat Ruyat, M.Eng, Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Nila Kumalasari, serta Waasrena Bidang Perencanaan Kasad, Brigjen TNI Muhamad Rusli, S.IP, MM.

Baca Juga: Kunjungi Veteran, Seorang Jenderal TNI Kagum dengan Semangat Para Pejuang Kemerdekaan RI

FGD yang diselenggarakan ini dipandu langsung oleh moderator Astri Cahyani dimana para narasumber menyampaikan ke para peserta yang hadir jika pada tahun 2022 ke depannya negara harus belanja minimal 400 T, produk 40% Indonesia dengan impor barang yang diijinkan 10 % oleh Menteri Maritim dan Investasi.

Serta tahun depan hanya 5% yang diijinkan untuk produk import dilanjutkan dengan materi bagaimana Kemampuan PT.PINDAD dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Alutsista Satuan Kavaleri khususnya Kendaraan Tempur serta ditutup dengan materi Proses Pengadaan Alutsista

Baca Juga: TNI Angkatan Laut Amankan Dua Kapal Pengangkut BBM Ilegal di Sungai Kahayan

Setelah tiga pemateri memberikan paparan kepada peserta FGD selanjutnya dilaksanakan sesi diskusi terbuka (tanya jawab) secara langsung dan virtual dimulai dari pertanyaan dari para Akademisi dan tamu undangan.

Kegiatan Focus Group Discusion yang dilaksanakan Pussenkav, dihadiri para Kabid Matra Darat Pusada Baranahan Kemenhan RI, Paban III/Litbangasro Srenan Mabes TNI, Para Dirbinlitbang Mabesad, Kasubdit Material Dislitbangad, Kasubdit Iptak Dislitbangad, Paban III/Litbangasro Srenan, Paban I/Jam Renstra Srenaad, Paban VI/Alpal Slogad, Paban I/Renlog Slogad, Paban V/Binsis Sopsad.

Baca Juga: Kapan THR Gaji Ke 13 ASN, TNI, Polri dan Pensiunan Cair ? Ini Jawaban Resmi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani

Acara Focus Group Discusion diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari Komandan Pussenkav ke tiga pemateri/narasumber dilanjutkan melaksanakan foto bersama.***

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garut Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:35 WIB

Jambore Talenta Digital Buka Cakrawala Informatika

Jumat, 16 Desember 2022 | 17:45 WIB
X