PDIP dan Ganjar Pranowo Tidak Bisa Disatukan Lagi atau Ini Drama Untuk Elektabilitas dan Kejar Simpatik?

- Jumat, 13 Mei 2022 | 21:05 WIB
Menurut Refly Harun, ada dua kubu besar diistana, satu adalah kubu Jokowi dan kubu lainnya yakni faksi Megawati Soekarno Putri.  (instagram @reflyharunofficial)
Menurut Refly Harun, ada dua kubu besar diistana, satu adalah kubu Jokowi dan kubu lainnya yakni faksi Megawati Soekarno Putri. (instagram @reflyharunofficial)

Bisnis Bandung - Ahli Hukum fan Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan, bahwa saat ini banyak spekulasi, apakah PDIP dan Ganjar Pranowo sudah tidak bisa disatukan lagj, apakah ini sandiwara/drama untuk menarik simpatik.

Diungkapkan Refly Harun, hubungan tidak baik antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo sudah menjadi rahasia umum, dan sepertinya bukan dibuat-buat. Kita tidak tahu apakah ini drama, atau memang sebenarnya Ganjar Pranowo selesai dengan DPP PDIP.

Artinya tahun 2024 mendatang, kalau benar Puan Maharani dan Ganjar Pranowo tidak akur, dan memang Ganjar Pranowo mau mencari kereta untuk pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, maka harus mencari kereta yang lain, tidak bisa lagi menggunakan PDIP sebagai keretanya.

Baca Juga: Refly Harun: Ganjar Pranowo Sepertinya Disingkirkan PDIP, Apakah ini Drama?

"Masyarakat kita adalah masyarakat dramatis, masyarakat yang suka drama, jadi orang-orang yang didzalimi dan lain sebagainya, yang seperti itu akan mendapatkan dukungan, walaupun nanti kita lihat", kata Refly Harun

Tapi jangan lupa, Ganjar Pranowo banyak pendukungnya, karena rasanya, hampir semua relawan Jokowi memberikan dukungan untuk Ganjar Pranowo.

Menurut Refly Harun, jadi sebenarnya ada dua kubu besar diistana, satu adalah kubu Jokowi dan kubu lainnya yakni kubu Megawati Soekarno Putri.

Baca Juga: Petani Kena Pajak?, Dedi Mulyadi: Pemerintah Dinilai Tidak Tepat

Kubu Jokowi mahkotanya adalah Ganjar Pranowo dan "it could be", Erick Tohir,

Sedangkan kubu Megawati Soekarno Putri mahkotanya Puan Maharani, tetapi masalahnya adalah elektabilitas Puan Maharani yang tidak juga moncer.

Maka dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendaatang,  barangkali Puan Maharani akan dipasangkan dengan mereka yang mempunyai elektabilitas tinggi, untuk terpilih sebagai Presiden.  

Sebuta saja nama Prabowo Subianto.Tapi dalam suatu kesempatan, Puan Maharani juga memberikan sinyal "tidak masalah dengan Anies Baswedan"

Baca Juga: Ngeri Analisisnya, Ini Wajib Dibaca !!! Ini Analisis Nasib Golkar dan Airlangga Kedepannya

Bisa saja nanti diperhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, tiba-tiba pasangannya adalah pasangan Anies Baswedan - Puan Maharani melawan Ganjar Pranowo - Erick Tohir, atau pasangan Prabowo Subianto - Muhaimin.

"Kemungkinan itu sangat besar terjadi, tapi terus terang saya (read: Refly Harun) berharap, Jokowi dan Megawati Soekarno Putri tidak bersepakat untuk nama Ganjar Pranowo diajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024"

"Saya berharap baik nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani tetap maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden, diajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dari bendera masing-masing"

"Dan biarlah rakyat yang menentukan siapa yang akan dipilih, demikian juga nama Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, Prabowo Subianto dan Rizal Ramli"

Baca Juga: Ruhut Sitompul Dilaporkan ke Polisi, Refly Harun: Hukum Berpihak yang Dekat dengan Kekuasaan

"Terakhir tetap saja, saya menginginkan sistem/mekanisme Presidential Threshold itu betul-betul dihapuskan sebagai era"

Refly Harun menegaskan, kita ingin melihat pemimpin yang terbaik, bukan pemimpin yang karbitan.

Bukan pemimpin yang katakanlah menjadi pemimpin karena pesaing sesungguhnya tidak bisa mencalonkan diri, akibat aturan yang namanya Presidential Threshold.

Kita berharap pemimpin terbaiklah yang akan menjadi pemimpin negara kita, bukan pemimpin yang maju karena percukongan yang ada, pungkasnya.

Baca Juga: Menggunakan Instrumen Murahan Berbasis SARA, Ruhut Sitompul Memenuhi Unsur Ditindak Secara Hukum

Statement Refly Harun tersebut ditegaskannya dichannel youtube pribadinya, Refly Harun Official, divideonya yang berjudul "Live, Ganjar Pranowo kian Jauh Dari PDIP,  Ini Pertandanya", tayang 13/05/2022.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Sumber: Youtube Refly Harun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa 9 Hari di Bulan Dzulhijjah

Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
X