Hong Kong Hadirkan Prototipe Mata Uang Digital, Proyek Aurum

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 14:00 WIB
Hongkong akan melakukan pengembangan Mata Uang Digital melalui proyek Aurum  (unsplash)
Hongkong akan melakukan pengembangan Mata Uang Digital melalui proyek Aurum (unsplash)

Bisnisbandung.com - Negara Hong Kong Akan segera Menerbitkan Token Ritel dan Stablecoin sebagai mata Uang Digital, yang merupakan Bagian dari Proyek Aurum Kolaborasi antara BIS Innovation Hub Hong Kong Center, Otoritas Moneter Hong Kong ( HKMA ), dan Institut Riset Sains dan Teknologi Terapan Hong Kong.


Menurut laporan dari Bank for International Settlements ( BIS ), Proyek Aurum ini akan menghasilkan prototipe mata uang Digital Hong Kong yang akan segera digunakan di masa mendatang.


Dalam siaran pers di Hong Kong lembaga keuangan internasional menjelaskan Proyek Aurum adalah sistem mata Uang Digital Bank sentral ( CBDC ), bagian depan dan bagian belakangnya terdiri dari sistem antar bank grosir dan sistem dompet Digital ritel.

Baca Juga: 3 Uang Digital Termahal Selain Bitcoin


Proyek Aurum ini ,juga memiliki sistem dua tingkat yaitu sistem antar Bank grosir dan sistem Dompet Digital ritel, sistem antar Bank grosir ini mirip dengan menyimpan cadangan di Bank sentral.


Sedangkan sistem dompet Digital ritel, yaitu dimana mata Uang Digital ini digunakan pemerintah dan konsumen untuk keperluan transaksi bisnis.


Proyek Aurum ini kemungkinan akan meluncurkan dua jenis token Digital yang berbeda. Jenis pertama akan menjadi mata Uang Digital perantara sedangkan yang kedua adalah stablecoin yang didukung CBDC yang beredar di sistem antar bank.

Baca Juga: Wow Developer Crypto stablecoin Tether (USDT) Mengurangi Kepemilikan Surat Berharga Komersial Hingga Nol


Menurut Bank of International Settlements (BIS), token Digital yang kedua itu unik, dan masih dalam pengembangan CBDC hingga saat ini. karena Privasi, keamanan, dan fleksibilitas adalah inti dari sistem token digital ini.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Heboh Microsoft PHK 10.000 karyawan, Ini Penyebabnya

Sabtu, 21 Januari 2023 | 06:30 WIB
X