Senator Australia Andrew Bragg, Menyerukan RUU Stablecoin dan Yuan Digital Perlu di Perketat

- Selasa, 20 September 2022 | 15:00 WIB
Jika disetujui, RUU Senator Bragg akan menempatkan penerbit stablecoin dan bank yang berurusan dengan yuan digital di bawah pengawasan besar-besaran. (Istimewa)
Jika disetujui, RUU Senator Bragg akan menempatkan penerbit stablecoin dan bank yang berurusan dengan yuan digital di bawah pengawasan besar-besaran. (Istimewa)


Bisnisbandung.com - Senator Andrew Bragg dari Australia, sedang menyusun RUU Cryptocurrency khususnya Stablecoin dalam pengawasan ketat.

Menurutnya RUU tersebut mengharuskan penerbit stablecoin mengungkapkan tujuan mereka kepada pemerintah.

Sementara bank-bank China yang berurusan dengan yuan digital di Australia juga akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat.

Dikutip bisnisbandung.com dari cryptopotato Jika penyusunan Andrew Bragg disetujui, maka penerbit stablecoin dan bank yang berusuan dengan yuan digital akan dalam pengawasan ketat.

Baca Juga: Berakhirnya era PoW, Hanya 6 Crypto dari 50 Crypto dengan Market Cap Terbesar yang Menggunakan Konsensus PoW

Dalam pidato Forum Asosiasi Blockchain, Senator Andrew Bragg berpendapat bagi industri Cryptocurrency untuk “keluar dari bayang-bayang menuju cahaya.”

Seperti kakus keruntuhan Terra, Andrew Bragg mempresentasikan rancangan RUU Cryptocurrency yang berfokus kepada penerbit stablecoin.

Sebelum memasarkan stablecoin, penerbit harus mendapatkan lisensi khusus dari pengawas Australia.

Selain itu, perusahaan akan diminta untuk memiliki cadangan mata uang Dolar Australia dan asing sehingga klien dapat diganti jika terjadi kendala.

RUU Senator Andrew Bragg juga mengharuskan lembaga grup keuangan China yang beroperasi di Australia agar secepatnya melaporkan transaksi yuan digital ke bank sentral.

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Jepang Ini Kepincut Investasi Crypto

Kamis, 22 September 2022 | 10:51 WIB
X