Mau Hidup Enak Menjadi Full-time Investor? Anda Perlu Mempersiapkan Hal-Hal ini

- Jumat, 16 September 2022 | 16:26 WIB
Ilustrasi Menjadi seorang full time investor hidupnya santai, seperti kucing ini dan tidak cemas pergerakan harga saham yang fluktuatif. (Unsplash)
Ilustrasi Menjadi seorang full time investor hidupnya santai, seperti kucing ini dan tidak cemas pergerakan harga saham yang fluktuatif. (Unsplash)

Bisnis BandungMenjadi full-time investor merupakan pekerjaan yang diidam-idamkan hampir semua orang, bagaimana tidak Anda tidak perlu bangun pagi, Anda tidak perlu terjebak pekerjaan rutin di kantor, pulang lembur dan tidak memiliki waktu dengan keluarga; dan yang paling penting Anda tidak perlu punya bos!

Di luar negeri kita mengenal nama-nama para full-time investor seperti Warren Buffet, yang juga orang terkaya nomor 3 setelah Elon Musk dan Jeff Bezos; kemudian Mohnish Pabrai, seorang full-time investor sukses asal India dan ada bapak Lo Kheng Hong, yang dikenal sebagai Warren Buffett-nya Indonesia.

Namun perjalanan untuk menjadi seorang full-time investor tidaklah mudah, ada beberapa hal yang Anda perlu persiapkan.

Baca Juga: Kenapa Bjorka Tidak Bisa Terdeteksi? Darimana Hacker Ini Berasal? Berikut Penjelasannya

Dikutip dari Instagram @investoracademyidn yang di gawangi oleh Andre Lukito dan Donald Lantu – mereka adalah investor saham asal Bandung, berbagi informasi hal apa saja yang perlu disiapkan seorang full-time investor.

Financial Check-up

Seorang full-time investor harus mampu melakukan financial check-up, yakni melihat kondisi keuangan pribadi dan mengatur tingkat konsumsi.

Pertama-tama kita harus cek ada tidaknya hutang konsumtif, jika ada lunasi terlebih dahulu. Hutang konsumtif ini akan menghambat kita untuk melakukan investasi.

Kemudian cek cash flow kita apakah positif atau negatif, seorang full-time investor harus memiliki cash flow yang positif dan tidak boleh pengeluaran lebih besar dari pemasukan.

Memiliki Asuransi dan Dana Darurat

“Menjadi full-time investor berarti Anda harus memiliki kemampuan bertahan hidup setidaknya diatas tiga  bulan kedepan, maka tabungan kita harus banyak dan tidak konsumtif, termasuk menyediakan dana darurat” ucap Andre.

Baca Juga: Bjorka Semakin Tak Terbendung, Menteri BUMN Minta Bantuan Masyarakat. Ini Jawabannya

Ada beberapa tier dana darurat antara lain, untuk yang masih single maka dana darurat sebaiknya sebesar tiga kali pengeluaran bulanan.

Jika Anda menikah dan memiliki 1-2 anak maka dana darurat atau tabungan sebesar empat sampai enam kali pengeluaran; jika Anda menikah dengan memiliki 3 anak atau lebih maka dana darurat harus dapat meng-cover sembilan sampai 12 bulan pengeluaran.

“Asuransi jiwa dan kesehatan adalah hal penting yang harus dimiliki seorang full-time investor” tambah pria berkacamata ini.

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Sumber: Instagram @investoracademyidn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X