Aman Bertransaksi Saham dengan Jaminan dari OJK dan Indonesia SIPF

- Rabu, 6 April 2022 | 22:00 WIB
Ilustrasi orang yang sedang bertransaksi saham. (Bisnisbandung.com/Budi Hartati)
Ilustrasi orang yang sedang bertransaksi saham. (Bisnisbandung.com/Budi Hartati)

Bisnis Bandung - Bertransaksi saham menjadi pilihan sebagian masyarakat Indonesia, Jawa Barat khususnya untuk berinvestasi di masa pandemi covid-19. Hal itu pun terlihat dari semakin banyaknya investor saham di Indonesia, Jawa Barat khususnya, seiring dengan berbagai pembatasan pertemuan tatap muka.

Nah, agar investor merasa aman berinvestasi, komitmen perlindungan dijalankan secara pararel, baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu dinyatakan BEI Jawa Barat, dalam rilisnya kepada wartawan Selasa 5 April 2022.

Komitmen tersebut diselenggarakan OJK dan BEI dengan mewujudkan sistem keuangan yang terus tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, untuk melindungi kepentingan masyarakat, termasuk para investor di pasar modal.

Baca Juga: Tekan Harga Minyak Goreng Curah, Polresta Bandung Berikan Layanan Antar Jemput Distribusi Minyak Goreng Curah

Untuk memastikan hak-hak investor terlindungi, OJK menetapkan aturan main yang mendahulukan kepentingan investor dalam bertransaksi, yaitu dengan mengoptimalisasi aktivitas supervisi terhadap kegiatan pasar, terutama pihak-pihak yang mempunyai peran yang berkaitan dengan perlindungan investor.

Agar semua perangkat pendukung menjalankan tugas perlindungan investor, OJK memastikan penegakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) berjalan optimal. Sasarannya, investor dilindungi dari informasi sesat, manipulasi pasar, dan praktik transaksi efek curang seperti insider trading dan penipuan.

Selain OJK, perlindungan investor juga menjadi komitmen BEI. Hal itu diwujudkan dengan pendirian PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI), sebagaimana diamanatkan POJK No. 49/POJK.04/2016 tentang Dana Perlindungan Pemodal dan POJK No. 50/POJK.04/206 tentang Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal.

Baca Juga: Mudik Naik Kereta Api? Simak Aturan dan Syarat Terbarunya

Peran perlindungan investor dilaksanakan P3IEI sebagai Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal (PDPP) atau yang biasa dikenal dengan Indonesia Securities Investor Protection Fund (Indonesia SIOF) melalui Dana Perlindungan Pemodal (DPP).

Dana Perlindungan Pemodal (DPP) merupakan sekumpulan dana yang dibentuk untuk memberikan ganti rugi atas hilangnya aset investor yang dititipkan pada Kustodian (Perantara Pedagang Efek dan Bank Kustodian) yang menjadi anggota DPP.

Pembentukan DPP tersebut berasal dari berbagai sumber diantaranya kontribusi dana awal dari BEI, KPEI, dan KSEI selaku Self Regulatory Organization (SRO), kemudian dari iuran keanggotaan awal dan tahunan anggpota DPP.

Baca Juga: Jelang Ramadhan Harga Komoditas Cabai Di Sejumlah Pasar di Kota Cimahi Alami Kenaikan

Saat merasa aset investasinya yang tercatat pada rekening atas nama dirinya tidak menunjukkan jenis efek yang sama atau jumlahnya lebih sedikit dari yang seharusnya, investor dapat mengadu ke kustodian yang bersangkutan atau langsung ke OJK Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Jika pengaduan investor dinyatakan benar setelah proses verifikasi dan investigasi oleh OJK, OJK akan mengeluarkan surat pernyataan tertulis. Setelah itu, barulah investor dapat mengajukan klaim ganti rugi kepada Indonesia SIPF sebagai pengelola DPP.

Indonesia SIPF berupaya memproses setiap pengaduan investor, memastikan kepatuhan terhadap peraturan serta SOP dan kode etik Penyelenggaraan Dana Perlindungan Pemodal.

Baca Juga: Pasca Harga Pertamax Naik, Antrean BBM Pertalite Terjadi Di Sejumlah SPBU

Untuk menjalankan tugas perlindungan investor, Indonesia SIPF bisa mewakili lembaga dalam urusan di tingkat pengadilan maupun di luar pengadilan, saat proses klaim yang telah disetujui OJK berlangsung.

Dalam menjalankan tugas, Indonesia SIPF juga berkoordinasi dengan OJK. Koordinasi berkaitan dengan tahapan perlindungan, keanggotaan, cakupan perlindungan, maupun nilai pembayaran klaim milik nasabah.

Perlindungan Indonesia SIPF di pasar modal mencakup penjaminan aset yang tercatat berupa efek maupun dana yang ada di Rekening Dana Nasabah (RDN).

Baca Juga: Semringah, Panen Raya Padi di Desa Ciparay Kabupaten Bandung, Ada Pembagian Sembako Baraya Rajiv

Untuk bisa mendapatkan jaminan perlindungan tersebut, investor diimbau untuk cermat memilih lembaga dalam berinvestasi, yang tidak hanya terdaftar di OJK, tetapi juga terdaftar sebagai anggota DPP.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garut Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:35 WIB

Jambore Talenta Digital Buka Cakrawala Informatika

Jumat, 16 Desember 2022 | 17:45 WIB
X