Kaya Rasa, Kaya Sensasi, Unik di Lidah, Sistik ini Diproduksi Tanpa MSG

- Jumat, 15 April 2022 | 11:00 WIB
Produk sistik ini tidak menggunakan msg, bahan pewarna, bahan kimia lainnya (dok.rebeka)
Produk sistik ini tidak menggunakan msg, bahan pewarna, bahan kimia lainnya (dok.rebeka)

Bisnis Bandung - Yunyun Yinengsih mengemukakan pada mulanya usaha sistik "rebeka" merupakan kepedulian seorang ibu terhadap anak yang tidak menyukai sayuran dan ikan.

Kemudian Yunyun Yinengsih mencoba berbagai kreasi makanan yang dipadu padankan dengan sayuran dan ikan. Maka terciptalah ide membuat cemilan sistik.

Sistik yang beragam seperti aneka sistik sayur dan buah, aneka nugget ikan, aneka abon ikan, aneka siomay dan lain - lainnya.

Pada tahun 2008, Yunyun Yinengsih membuat PAUD dan ternyata rata - rata anak - anak tidak menyukai sayuran dan ikan. Maka mulailah Yunyun membuat untuk kebutuhan sekolah, salah satunya sistik sayur.

"Saya berikan kepada anak dan ternyata mereka suka dan saya berikan pelatihan mengolah sayuran kepada orang tua siswa yang salah satunya membuat sistik sayur."

'Alhamdulillah saat itu PT. Telkom memberikan bantuan untuk perkembangan sekolah dan aneka sistik sayur pun terangkat menjadi usaha keluarga" ungkapnya

"Alhamdulillah sempat booming di tahun 2012 namun karena saat itu saya masih fokus di bidang pendidikan dan lingkungan maka usaha ini hanya sebagai sampingan saja namun pada tahun 2017 saya memutuskan untuk fokus berwiraswasta dalam pengolahan makanan (kuliner)", imbuh Yunyun Yinengsih.

Baca Juga: Katanya Batagor Ini Renyah Dan Enak, Penasaran?

Dikatakannya, usaha sistik sayur/pengolahan makanan yang digelutinya tidak ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan maupun keluarga.

Diakuinya, kemampuan produksi sistik sayur/pengolahan makanan didapatkannya dari eksperimen dan survey lapangan pada awal memulai usaha.

Karena menyadari bahwa kegiatan memasak bukan bidangnya dan Alhamdulillah banyak masukan yang diterima dari masyarakat dan para pakar katering khususnya yang membuatnya percaya diri untuk memulai usaha.

Bahan baku yang digunakan dalam produksi sistik berbahan dasar terigu, sayuran, buah dan aneka bahan baku alami lokal.

Menurutnya untuk memproduksi makanan yang dibuatnya, yakni sistik, tentunya tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus yang penting mau belajar dan siap menerima kritik agar semakin hari semakin baik lagi.

Yunyun Yinengsih mengungkapkan, dalam sehari mampu produksi antara 5 - 10 kilogram dengan tenaga kerja 3 - 4 orang dikerjakan dalam waktu 6 - 8 jam. Dalam sebulan mampu memproduksi 25 kg - 30 kg.

Ia mengklaim, produk sistik yang dihasilkannya merupakan produk makanan sehat, karena semua produk tidak menggunakan msg, bahan pewarna dan bahan kimia lainnya yang berbahaya.

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keunggulan Abon Ikan Dapur Inong Yakni Varian Rasanya

Minggu, 15 Januari 2023 | 20:30 WIB

Resep Menu Korokke Yang Lezat Untuk Acara Natal 2022

Sabtu, 24 Desember 2022 | 12:30 WIB

Cemilan Kue Kukus Yang Cocok Untuk Natal 2022

Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:30 WIB

2 Resep Donat Yang Sering Dibikin Saat Natal

Jumat, 23 Desember 2022 | 11:00 WIB
X