Panganan Klasik, Akar Kelapa Wijen, Kini Hadir Trendy, Unik Dan Lebih Empuk

- Minggu, 10 April 2022 | 07:00 WIB
Persaingan kue tradisional ini tidak terlalu tinggi, karena segmen pasarnya besar, dan kompetitornya rendah. (Dok. Cah Wangon)
Persaingan kue tradisional ini tidak terlalu tinggi, karena segmen pasarnya besar, dan kompetitornya rendah. (Dok. Cah Wangon)

Bisnis Bandung - Mujiwati menuturkan, "CAH WANGON" merupakan perusahaan (home industry) yang bergerak di bidang pengolahan makanan, minuman dan kue tradisional yang dibentuk pada tanggal 15 Januari 2019. Salah satu unggulannya yakni panganan Akar Kelapa Wijen

Mujiwati mengatakan, usaha pengolahan makanan, minuman dan kue tradisional yang dibangunnya sekarang ini, salah satunya yakni panganan Akar Kelapa Wijen, berkaitan dengan keahlian dan ilmu pendidikan yang dimilikinya karena ia lulusan dari SMK, juga lulusan dari perguruan tinggi perhotelan.

Dikatakannya, kemampuan produksi dari usaha pegolahan makanan, minuman dan kue tradisional, salah satunya panganan Akar Kelapa Wijen didapat dari resep warisan turun temurun dan di kembangkan terus dari pelatihan teknis.

Baca Juga: Yummmy, Nikmati Kerenyahan dan Keunikan Rasa Bagelen Kering Ini

Bahan baku yang digunakan untuk produksi panganan Akar Kelapa Wijen yakni tepung ketan, telur, tepung tapioka, gula putih, wijen, santan, air kelapa, vanili, jahe merah  

Mujiwati mengatakan panganan Akar Kelapa Wijen, bahan bakunya dari lokal, kemudian untuk memproduksi membutuhkan keahlian khusus dengan dilatih cara membuatnya, serta diawasi produksinya supaya dapat menghasilkan hasil yang berkualitas, renyah, empuk dan tekstur lembut.

Untuk proses produksi panganan Akar Kelapa Wijen memakan waktu 3 jam dengan menghasilkan kurang lebih 60 piecs produk.

Baca Juga: Bikin Penasaran, Brownies Berbahan Galendo

Tenaga kerja untuk back up produksi sebanyak 2 orang sedangkan jumlah total SDM di usaha sebanyak 4 orang.

Keunggulan dari produk panganan Akar Kelapa Wijen ini yakni dihadirkan lebih renyah, gurih, tanpa bahan pengawet. Kemasan menarik kemudian di inovasi produksi dan packaging unik, dan juga produk mudah di dapatkan.

Untuk produk panganan Akar Kelapa Wijen sudah mengantongi izin halal dan PIRT.

Menurutnya Dengan legalitas tersebut secara tak langsung mempengaruhi kepercayaan costumer terhadap produk panganan Akar Kelapa Wijen, membuat mereka memutuskan membeli dan menjadi reseller untuk produk yang saat ini dikembangkan juga berpengaruh.

Kelengkapan perizinan dapat memudahkan masuk ke toko/retail modern dan memudahkan ekspansi penjualan produk ke luar negeri (mancanegara).

Baca Juga: Kelezatan Ayam Kodok Menambah Nafsu Makan

Range harga produk panganan Akar Kelapa Wijen dijual dari mulai harga Rp 20.000 - Rp 23.000. Dalam sebulan mampu memproduksi se banyak 4000 piecs.

Trend penjualan tiap bulannya fluktuatif namun cenderung naik, pemasaran dengan cara memakai media sosmed, testimoni pelanggan, juga optimasi e-commerce

Segmen market panganan Akar Kelapa Wijen yaitu orang dewasa kisaran umur 17 - 45 tahun, termasuk yang berpenghasilan menengah keatas.

"Produk yang kami kembangkan memiliki masa kadaluarsa sekitar 7 bulan, dan dijual ke seluruh nusantara memanfaatkan sosial media dan market place, juga melalui offline membangun jejaring reseller", akunya.

Baca Juga: Ini Cara Yura Yunita Memaknai Pengalaman Spiritual, Kesempurnaan dan Melepas Trauma

Untuk optimalisasi pemasaran produk yang dilakukan dengan pemanfaatan digital marketing, membuat konten promosi lalu menguploadnya melalui social media Instagram, FaceBook, WhatsApp. Sedangkan untuk market placenya Shopee dan Tokpedia.

Dikatakannya, yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk usaha yakni menerima saran dari konsumen selanjutnya membuat inovasi, jadilah produk mengikuti trend kekinian namun dengan konsep tradisional istimewa, mengangkat khas warisan resep budaya turun temurun.

Persaingan produk panganan Akar Kelapa Wijen tidak terlalu tinggi, karena segmen pasarnya besar, dan kompetitornya rendah.

Baca Juga: Terapi Chiropractic Untuk Mengatasi Masalah Kesimetrisan Tulang

Panganan ringan jenis ini merupakan resep makanan zaman dulu secara turun-temurun di wariskan, dan nilai lebih yang saya angkat melalui produk yang buat nuansa kekinian dan di inovasikan dengan kemasan yang trendi"

Untuk produksi panganan Akar Kelapa Wijen kendalanya pada ketersediaan bahan baku yang susah di dapat dan tinggi harganya, sedangkan untuk pemasaran jarak yang jauh produk rentan hancur

"Peran sertra dari disdakoprin yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan usaha saya, namun dari perbankan saat ini belum ada", akunya.  

Baca Juga: Unik, Dendeng Belut Jadi Salah Satu Produk Unggulan Sumedang.

Yang mempengaruhi angka penjualan produk panganan Akar Kelapa Wijen yaitu karena kualitas, produk kami membuat konsumen lebih sehat, dengan dibekali kelengkapan legalitas halal, serta harga yang terjangkau, relatif kompetitif dengan manfaat yang besar dihadirkan dalam produk.

"Ciri khas keunikan produk panganan Akar Kelapa Wijen yang saya kembangkan adalah inovasi dari bahan baku juga tekstur yang empuk, mendapatkan banyak testimoni positif dari pelanggan kami", pungkasnya.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandrek, Minuman Penghangat Tubuh Dikala Hujan

Senin, 28 November 2022 | 17:45 WIB

Aneka Sambal yang Jarang Diketahui, Sudah Pernah Coba?

Minggu, 13 November 2022 | 08:00 WIB

Aneka Wedang Hangat Khas Indonesia

Kamis, 27 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Menikmati Segarnya Es Goyobod Khas Jawa Barat

Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:00 WIB

Seledri, Untuk Mencegah Gagal Ginjal Akut

Kamis, 27 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Berkenalan dengan Street food India yang populer

Jumat, 21 Oktober 2022 | 19:30 WIB
X