Jelang Kongres Sunda 2022, Ratusan Tokoh dan Sesepuh Sunda Gelar Pertemuan Di Bandung Barat

- Selasa, 21 Juni 2022 | 13:42 WIB
Forum Sunda Ngahiji, Menggelar Acara Silaturahmi Dan Halal Bihalal, Bersama Ratusan Tokoh Sunda di Museum Galeri Bahari (Mugaba), Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Dalam Rangka Mapag Kongres Sunda Tahun 2022 (Bisnisbandung.com / Algi)
Forum Sunda Ngahiji, Menggelar Acara Silaturahmi Dan Halal Bihalal, Bersama Ratusan Tokoh Sunda di Museum Galeri Bahari (Mugaba), Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Dalam Rangka Mapag Kongres Sunda Tahun 2022 (Bisnisbandung.com / Algi)


Bisnis Bandung - Sejumlah tokoh dan sesepuh warga Jawa Barat berkumpul dalam ajang silaturahmi dan halal bihalal tokoh Sunda di Museum Galeri Bahari, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (19/6/2022) kemarin.

Pertemuan tokoh Sunda dalam wadah 'Forum Sunda Ngahiji' ini dilaksanakan di museum Bahari milik mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) periode 2014-2018, Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, dalam rangka menyambut atau Mapag Kongres Sunda 2022.

Salah satu tokoh Sunda, Noeri Ispanji Firman mengatakan sudah lama para pemangku kepentingan Sunda tidak melakukan pertemuan yang cukup melibatkan banyak tokoh Sunda. Baik tokoh senior (kasepuhan), para pakar, aktivis pergerakan sunda maupun para tokoh sosial budaya (paguron, tokoh adat, pesantren).

Baca Juga: Perkindo DPD Jabar Gelar Halal Bihalal Virtual, Perkuat Silaturahmi Dan Kerjasama Antar Anggota Ditengah Pandemi

Terlebih Forum Sunda Ngahiji, akan melaksanakan Kongres Sunda 2022 pada tanggal 27-29 Oktober 2022 mendatang, bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Merdeka Bandung.

"Pertemuan ini dilandasi kesadaran pentingnya membangun konsolidasi jelang Kongres Sunda 2022 yang mempunya visi Sunda Mulia Indonesia Jaya yaitu sunda yang dihargai suku bangsa lain dan Indonesia yang maju berkeadilan sesuai dengan pembukaan UUD 1945," ujar Noeri kepada wartawan.

Sedangkan untuk keterlibatan generasi muda dalam hal kesundaan, Noeri menilai jika peran pemuda masih kurang terdengar gaungnya. Sehingga dimomen Mapag Kongres Sunda ini jadi titik balik kekurangan tersebut serta ajang konsolidasi persamaan visi-misi yang bakal dibawa dalam agenda kongres.

"Selama ini berkaitan dengan kesundaan selalu berkaitan dengan sesepuh. Prihatin ketika anak muda tidak peduli pada masalah krusial Jawa Barat, khawatir nanti Sunda tinggal cerita. Makanya Mapag kongres Sunda ini jadi momen menghilangkan kekhawatiran itu," ucap Noeri.

Baca Juga: Pengukuhan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dirangkaikan dengan Halal Bihalal Dispusipda Jabar

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X