Bisnisbandung.com — Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menertibkan dan menata para pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan jelang Bulan Suci Ramadhan.
Ditegaskan Ema Sumarna, PKL yang akan ditata atau ditertibkan, salah satunya yakni PKL di kawasan Tegalega, Regol.
Menurut Ema Sumarna, ada sejumlah hal yang harus dicermati berkaitan kawasan konservasi PKL tersebut, salah satunya yakni menyesuaikan penertiban PKL berdasarkan dengan tipikalnya.
Baca Juga: Siapa Sangka, Ternyata Ini Loh 5 Tanda Si Dia Sedang Memikirkan Kita
Diterangkan Ema Sumarna, ada tiga tipikal PKL. Pertama yakni, dari sisi jumlah, kemudian dari sisi jenis lapak, dan yang ketiga yakni dari sisi waktu mangkalnya.
Dari segi kuantitasnya, PKL yang beraktivitas pagi di wilayah timur (Jalan Mohammad Toha) sebanyak 207 lapak PKL, sedangkan, PKL di wilayah barat (Jalan Otto Iskandar Dinata) jumlahnya diperkirakan sebanyak 257 lapak.
Ditegaskan Ema Sumarna, PKL tidak boleh bertambah tapi harus berkurang. Menurutnya, yang harus diantisipasi, jika mendengar penertiban, biasanya jumlah PKL nya kian bertambah.
Baca Juga: Kasus Korupsi di Kemenkeu: Sri Mulyani dan Mahfud MD Bersama Menegakkan Hukum
Diimbuhkannya, selain itu, PKL yang membangun lapaknya secara permanen juga harus ditertibkan. Para PKL yang berjualan pada hari Minggu pun tidak boleh ada di luar kawasan.
Ema Sumarna pun menyatakan, PKL yang berjualan di hari Minggu kurang lebih ada 1.100 PKL. Ema menegaskan, bahwa dirinya sudah memerintahkan DSDABM untuk segera tata trotoar di sekitar Tegallega, kemudian Plotting per cluster petugasnya.
Ema Sumarna mengatakan, untuk konsepnya telah dibuatkan desain dan akan dibahas lebih lanjut.
Baca Juga: Laptop Yang Banyak Dicari Orang, Asus VivoBook 14 A420!
Selain itu, Ema Sumarna mengimbuhkan, antisipasi kegiatan perekonomian berupa Bazar di bulan Ramadhan, pemerintah Kota Bandung idak akan izinkan kepada pihak manapun, terutama di kawasan Alun-alun, Jalan Soekarno, Kepatihan, Dalem Kaum, serta Braga Pendek.
"Saya tegaskan, tidak boleh ada kegiatan bazaar selama Ramadhan, tidak kita izinkan. Mudah-mudahan Pemerintah Kota Bandung bisa berkomitmen kuat di bawah tekanan manapun," tegasnya.
Artikel Terkait
Di Kota Bandung, Penanganan Air Limbah Belum Optimal !! Ini Penyebabnya !!
Bupati Bandung Apresiasi Inovasi Bapenda Genjot PAD Melalui Duta Pajak
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka Jalan Ekspor Gedong Gincu dari Sumedang ke Jepang
Vaksin Booster Ke 2 Tuntaskan Layanan Kesehatan Yayasan Taruna Bakti
Ruang Terbuka Hijau dan 81 Bangunan Terdampak Pembangunan Flyover Nurtanio?! Tanggungjawab Pemerintah?
Punya Hewan Ternak dan Unggas? Perhatikan Cara Cegah dan Putus Mata Rantai Penyebaran Flu Burung Ini