SPI: Kepentingan Dalam Negeri, Kepentingan Rakyat Terhadap Pangan Selayaknya Menjadi Prioritas Utama

- Minggu, 15 Mei 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi NTP April 2022, NTP Nasional Turun, Pertama Kali dalam 9 Bulan Terakhir (Pixabay)
Ilustrasi NTP April 2022, NTP Nasional Turun, Pertama Kali dalam 9 Bulan Terakhir (Pixabay)

"Selama April lalu, faktor Bulan Ramadhan dan lebaran mempengaruhi peningkatan permintaan dan tentunya mengerek harga. Tetapi baru-baru ini, munculnya wabah/virus PMK, khususnya di ternak ruminansia, diprediksi akan menurunkan konsumsi."

Urgensi Kedaulatan Pangan sebagai Solusi

Agus Ruli menyebutkan berbagai permasalahan di atas merupakan dampak dari belum dijalankannya kedaulatan pangan di Indonesia.

"Di sektor perkebunan, SPI melihat dominasi korporasi yang sangat kuat dari hulu ke hilir (produksi, pengolahan dan distribusi)"

"Korporasi tidak hanya mengontrol harga pembelian di tingkat petani, tetapi juga harga minyak goreng"

"Rendahnya harga beli tandan buah segar (TBS) sawit petani dan juga tingginya harga minyak goreng memberatkan petani sebagai produsen dan konsumen," paparnya.

Baca Juga: Nikel Melimpah, Indonesia Berpotensi Menguasai Industry Baterai Global Seiring Tren Kendaraan Listrik Dunia

Begitu juga di sektor peternakan. Perlu diambil langkah segera untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah kembali di Indonesia," lanjutnya.

Agus Ruli menegaskan, dalam hal ini, penting untuk menghentikan impor ternak yang disinyalir menjadi muasal penyebaran wabah PMK.

“Hal ini yang menurut SPI poin penting dari kedaulatan pangan, bahwa kepentingan dalam negeri, kepentingan rakyat terhadap pangan selayaknya menjadi prioritas utama.

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Sumber: spi.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X