Tradisi Unik Ngabuburit, Menangkap Ikan Besar di Pesisir Selatan Jawa Barat

- Minggu, 17 April 2022 | 10:00 WIB
Dermaga tua peninggalan Belanda. (Bisnisbandung.com/Irfan Sonjaya)
Dermaga tua peninggalan Belanda. (Bisnisbandung.com/Irfan Sonjaya)

Bisnis Bandung - Tidak jauh berbeda dengan masyarakat di daerah lainnya di Jawa Barat, masyarakat yang berada di pesisir selatan Jawa Barat pada bulan Ramadhan ini menjalankan ibadahnya dengan sungguh sungguh. Masyarakat dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan ini, hampir setiap hari melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Meskipun bagi orang awam kegiatan melaut merupakan kegiatan berbahaya, namun bagi masyarakat tersebut melaut adalah hal biasa dan sudah menjadi menu harian.

Perjalanan kali ini akan melihat aktivitas masyarakat yang berada di pesisir Garut selatan, tetapi kita tidak akan mengikuti kegiatan mereka melaut, namun akan mengikuti kegiatan mereka dalam menunggu adzan magrib atau yang lebih populer dengan sebutan ngabuburit.

Selepas dhuhur kami sampai di wilayah kecamatan Pameungpeuk kabupaten Garut, daerah yang kami tuju ialah Pantai Santolo. Setelah mengumpulkan informasi kami menuju ke dermaga tua peninggalan Belanda,letaknya berdekatan dengan pelabuhan Pameungpeuk.

Baca Juga: Ziarah Makam Cut Nyak Dhien di Sumedang

Dermaga ini dibangun Belanda dengan fungsi sebagai pelabuhan untuk mengapalkan berbagai komoditi terutama hasil pertanian serta perkebunan ke luar negeri. Sebagaimana diketahui pada jaman kolonial cukup banyak sekali kekayaan alam bangsa kita dijual ke berbagai negara oleh Belanda.

Aktivitas ngabuburit di lokasi ini ialah memancing, meskipun memancing kerap juga dilakukan di tempat lain, namun terdapat sedikit perbedaannya, di tempat ini ikan yang ditangkap merupakan jenis ikan yang tergolong cukup besar.

Hal ini dkarenakan habitat alami ikan sangat dekat lokasinya dengan dermaga tua, Secara visual pemandangan di dermaga cukup indah, hamparan samudera lepas terbentang di depan mata dengan ombak bergulung gulung khas pantai selatan.

Kang Odang warga masyarakat mengatakan,biasanya dia ngabuburit ditempat ini selepas ashar hingga menjelang adzan magrib.Tetapi itupun dilakukan kalau dia tidak melaut pada malam harinya.

Halaman:

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah 8 Tips Liburan Hemat dan Terjangkau

Rabu, 28 Desember 2022 | 18:45 WIB

Gunung-gunung di Jawa Barat Yang Menarik Untuk Didaki

Selasa, 1 November 2022 | 10:30 WIB

Deretan Makanan Oleh-Oleh Cianjur, Wajib dicoba

Senin, 31 Oktober 2022 | 07:00 WIB
X