Bank Thailand Membutuhkan Waktu lebih untuk Menyelesaikan dan Meluncurkan Mata Uang Digital ritel

- Selasa, 1 November 2022 | 21:00 WIB
Negara Thailand merupakan salah satu negara yang mencoba mengembangkan Mata Uang Digital. (pixabay)
Negara Thailand merupakan salah satu negara yang mencoba mengembangkan Mata Uang Digital. (pixabay)

Bisnisbandung.com - Bank of Thailand ( BOT ) bermaksud untuk mengambil lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pengembangan Mata Uang Digital Bank Sentral ritel (CBDC).

Regulator kebijakan moneter bertujuan untuk memastikan bahwa Mata Uang Digital versi fiat Thailand ini akan menawarkan manfaat tambahan bagi sistem keuangan Negara di bawah manajemen risiko yang memadai.

Sejumlah Bank Sentral, termasuk Thailand, telah mengembangka Mata Uang Digital (CBDC) ritel tetapi mereka belum sepenuhnya menerapkannya, Bangkok Post mencatat dalam sebuah laporan.

Baca Juga: Rusia dan China Berpotensi Kembangkan Mata Uang yang Didukung Emas dan Bisa Melemahkan Dolar AS

Pengembangan CBDC ritel diperkirakan akan memakan waktu lebih dari lima tahun sebelum peluncuran pasar, menurut Gubernur BOT Sethaput Suthiwartnarueput, dikutip oleh harian tersebut.

Pada hari Jumat, eksekutif puncak menjelaskan bahwa Bank Sentral ingin lebih memahami manfaat dan risiko CBDC ritel, dan khususnya apakah ada manfaat tambahan sehubungan dengan Prompt Pay, sistem pembayaran digital nasional.

Sampai saat ini Bank Sentral belum melihat seperti itu, kata gubernur. Sethaput juga menekankan bahwa Mata Uang Digital pada akhirnya harus mengubah sistem keuangan Negara dan menguntungkan semua orang.

Baca Juga: Hong Kong Hadirkan Prototipe Mata Uang Digital, Proyek Aurum

Dimana sebelumnya Bank of Thailand mengkonfirmasi bahwa mereka tidak mau Terburu - buru untuk mengeluarkan Mata Uang Digital tersebut , dikarenakan masih melihat manfaat dari Mata Uang Digital tersebut.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Sumber: Bitcoin.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mageran? 5 Cara Biar Dapet Duit Sambil Tiduran

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:30 WIB

Heboh Microsoft PHK 10.000 karyawan, Ini Penyebabnya

Sabtu, 21 Januari 2023 | 06:30 WIB
X