Dunia Pasar Modal Dilirik Pengusaha Muda, 3 Perusahaan Milik Anggota HIPMI BPD Jabar Segera IPO

- Kamis, 16 Juni 2022 | 16:11 WIB
Kepala BEI, Ketua 2 BPD HIPMI Jabar, dan pihak Mirae Asset Sekuritas Membicarakan Tentang Pasar Modal (Bisnisbandung.com / Budi Hartati)
Kepala BEI, Ketua 2 BPD HIPMI Jabar, dan pihak Mirae Asset Sekuritas Membicarakan Tentang Pasar Modal (Bisnisbandung.com / Budi Hartati)

Bisnis Bandung - Generasi muda mulai melirik dunia pasar modal. Kepala Kantor Perwakilan BEI Jabar, Reza Sadat Shahmeini mengatakan, tahun ini investor terbanyak di Jawa Barat berada pada kelompok usia 18-25 tahun.

Sebagian diantara mereka merupakan pengusaha-pengusaha muda yang tergabung dalam Badan Pengurus Daerah HIPMI Jabar.

Bahkan, Ketua Bidang 2 BPD HIPMI Jawa Barat, Fardi Nurdiansyah Annafi mengungkapkan, sudah ada setidaknya 3 perusahaan anggota HIPMI Jabar yang serius memproses IPO atau melantai di pasar modal.

Baca Juga: Jabar Provinsi Potensial Pasar Modal Investor Saham Berkembang Signifikan

"Di HIPMI Jabar sendiri saat ini ada 3 perusahaan yang sudah serius memproses untuk IPO, bahkan sudah ada yang mentargetkan perusahaannya IPO tahun depan," pungkas Fardi.

Perusahaan-perusahaan milik anggota HIPMI Jabar yang segera IPO tersebut bergerak di bidang tekstil.

Menurut Fardi, syarat untuk mencapai IPO cukup banyak sehingga saat ini sebagian besar pengusaha muda anggota HIPMI baru melakukan persiapan.

Dirinya pun mensyukuri adanya bantuan dari Bursa Efek Indonesia yang membuat papan pengembangan sehingga rekan-rekannya perusahaannya yang masih berukuran menengah sudah mulai bisa IPO.

Fardi menambahkan, sebenarnya secara kapasitas, perusahaan-perusahaan anggota BPD HIPMI Jabar yang sudah kompeten untuk IPO berjumlah 30 hingga 50.

Baca Juga: Menabung di Pasar Modal Membantu Mengurangi Inflasi

Namun, hambatan dialami mereka sebagian besar dalam hal administrasi, hingga masih mendiskusikan dengan stakehoulder lain tentang dampak IPO, "Walaupun kita sudah tahu jauh lebih banyak dampak positifnya dari sisi profesionalitas dan probabilitasnya."

Selain itu, banyaknya anggota HIPMI yang merupakan turunan kedua dan harus tunduk pada kendali keluarga besarnya pun menjadi hambatan perusahaan milik rekan-rekannya untuk IPO.

Meski begitu, menurut Fardi, sudah banyak anggota HIPMI Jabar yang antusias melantai di pasar modal karena sudah mulai melek financial jika alternatif pembiayaan bukan hanya dari perbankan.

"Bahkan kemarin saat ultah HIPMI yang ke-50 tahun di Jakarta, dikatakan bahwa dana pihak ketiga di perbankan sekarang ada di posisi kurang lebih 7 ribu triliun, sehingga alokasi dari saving atau dari giro buku tabungan bisa dialokasikan pada investasi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK Harus Mendukung Penuh Terhadap Sektor UMKM

Rabu, 8 Februari 2023 | 17:15 WIB

Mageran? 5 Cara Biar Dapet Duit Sambil Tiduran

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:30 WIB
X