IMF Melaporkan Adopsi Cryptocurrency Bitcoin di Republik Afrika Tengah Menimbulkan Risiko

- Minggu, 8 Mei 2022 | 09:00 WIB
Penggunaan Cryptocurrency sebagai mata uang resmi di Republik Afrika Tengah menimbulkan kritik dari IMF (Pixabay)
Penggunaan Cryptocurrency sebagai mata uang resmi di Republik Afrika Tengah menimbulkan kritik dari IMF (Pixabay)

Bisnis Bandung - Organisasi Keuangan Internasional IMF turut menuturkan kritik terhadap keputusan Republik Afrika Tengah (CAR) untuk mengadopsi Cryptocurrency Bitcoin sebagai mata uang resmi.

Hal ini merupakan respon pertama IMF terhadap keputusan CAR untuk membuat tender legal Cryptocurrency Bitcoin.

Dikutip dari Bitcoin.com, IMF menegaskan bahwa tindakan mengadopsi Cryptocurrency tersebut menimbulkan tantangan ekonomi hukum tidak hanya bagi negara tetapi juga kawasan.

Baca Juga: Investor Bersiap Cari Cuan Setelah Bursa Saham Buka Lagi, 8 Emiten Akan Bagi Dividen di Bursa Efek Indonesia

Setelah pengumuman awal, pemberi pinjaman global memperingatkan adopsi Bitcoin akan menimbulkan beberapa makroekonomi, keuangan, dan masalah hukum

Sebelumnya IMF telah dan masih kritis terhadap keputusan serupa yang dibuat oleh El Salvador pada tahun 2021 untuk melegalkan transaksi Cryptocurrency Bitcoin.

Baca Juga: Inilah TOP 10 Proyek Cryptocurrency dengan Social Signal Tertinggi di Ethereum

Pada Januari 2022, IMF mendesak El Salvador untuk membatalkan undang-undang Bitcoin, tetapi ini ditolak oleh otoritas terkait.

IMF berpendapat dengan penggunaan Cryptocurrency seperti Bitcoin sebagai mata uang resmi dapat menimbulkan risiko ketidakstabilan finansial.

Baca Juga: Tertarik Investasi Cryptocurrency? Simak Prediksi Harga Cryptocurrency Ripple di Akhir Tahun 2022 oleh Finder

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Sumber: Bitcoin.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Heboh Microsoft PHK 10.000 karyawan, Ini Penyebabnya

Sabtu, 21 Januari 2023 | 06:30 WIB
X