Bisnisbandung.com - Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) RI menegaskan untuk pengawasan tahapan Pemilu 2024 bukan hal yang mudah, terutama untuk memantau terjadinya indikasi kampanye di tempat tempat ibadah.
Rahmat Bagja, Ketua Bawaslu RI, mengungkapkan pihaknya akan mengawasi kampanye Pemilu 2024 di tempat tempat ibadah dengan menggandeng MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Rahmat Bagja menegaskan "Melarang kampanye di tempat ibadah tentu tidak mudah. Kami berharap tidak didemo berhari-hari seperti pemilu sebelumnya,".
Rahmat menambahkan " Untuk bisa menciptakan pemilu sejuk yang kondusif dan berintegritas, Bawaslu akan ditopang oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama".
Dengan adanya kerjasama Bawaslu dengan MUI dapat menciptakan Pemilu yang bebas dari polarisasi SARA. Dengan demikian diharapkan masyarakat tidak akan terpecah belah hingga pemilu usai.
"Ulama bisa ikut meyakinkan masyarakat banyak bahwa Pemilu 2024 yang pemilihannya pada Februari 2024 tidak akan terpecah, Kami mengucapkan terima kasih MUI menyatakan siap mendukung deklarasi ini yang akan melibatkan tokoh-tokoh agama yang lain.," ungkapnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu, Puadi menambahkan tidak mudah melakukan penindakan berkaitan dengan politisasi SARA. Untuk mengedukasi masyarakat perlunya bantuan dari tokoh-tokoh agama.
" Tidak mudah menertibkan poster-poster di tempat ibadah sewaktu Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, Itu Pengalaman saya dulu sewaktu menjadi pimpinan Bawaslu DKI Jakarta. Dengan demikian dukungan tokoh agama, maka ini menjadi proses edukasi yang lebih baik," ungkap Puadi.
Dalam pertemuan ini Bawaslu mengajak dan merekomendasikan kerja sama dalam enam poin, yaitu:
1.Mengajak MUI untuk menciptakan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang damai, sejuk, kondusif, berintegritas, jujur,adil dan bermartabat.
2.MUI yang mewadahi organisasi masyarakat Islam bisa dijadikan rujukan bersama untuk menyampaikan kepada ulama, mubaligh, ustad tentang materi– materi damai.berintegritas, jujur, adil dan bermartabat pada Pemilu Serentak Tahun 2024
Baca Juga: Sudah Siap kah Pelayanan BPKB elektronik
3.Mengajak MUI dengan komponen kelompok agama lain serpti NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, Walubi, PHDI, dan Matakin untuk melakukan “Deklarasi Pemilu Damai Lintas Iman” dalam rangka menangkal hoaks, politisasi SARA dan polarisasi kelompok.
Artikel Terkait
Tips Mudik Lebaran Lewat Jalur Pansela
Pemerintah Melakukan Uji Coba Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti, Begini Teknologi yang Digunakan
Kemenag Usulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2023, Simak Angka Kenaikannya
Direncanakan Bulan Depan Buku Panduan Ujian Pembuatan SIM Siap Diedarkan
Ini Tanggapan Jokowi Soal Kenaikan Biaya Haji
BPKB Elektronik yang Dilengkapi Chip dan NFC Sedang di Kembangkan Korlantas Polri