Melestarikan Tradisi Melalui Batik Garutan yang Memiliki Ciri Khas Warnanya yang Cerah dan Beragam

- Minggu, 10 April 2022 | 12:10 WIB
Seorang pembatik sedang membuat motif dengan canting pada bahan kain batik. (Bisnisbandung.com/Irfan Sonjaya)
Seorang pembatik sedang membuat motif dengan canting pada bahan kain batik. (Bisnisbandung.com/Irfan Sonjaya)

Bisnis Bandung - Sejarah Batik Garut berasal dari warisan nenek moyang, yang berlangsung secara turun temurun, dan telah berkembang cukup lama sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Hingga pada tahun 1945 Batik Garut semakin populer dengan sebutan Batik Tulis Garutan,masa kejayaan ini terus berlangsung hingga pertengahan 1980an.

Namun karena keterbatasan bahan, dan modal serta lemahnya strategi pemasaran yang diterapkan, maka para penerus generasi dari Batik Garut mengalami kemunduran. Lambat namun pasti kejayaan ini mulai dirintis kembali oleh para pengrajin batik Garutan beberapa tahun terakhir.

Teknik pembuatan maupun motif masih mengikuti pola yang diajarkan para leluhur, namun dibarengi dengan inovasi agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis tinggi. Batik Garutan saat ini dibuat dibuat dengan dua teknik,yaitu di tulis dengan tangan serta menggunakan metode cap.

Baca Juga: Inovatif, Hijab Ini Trendy Tapi Classy, Tidak Terawang, Flowy

Untuk batik tulis proses pengerjaan satu helai kainnya bisa menghabiskan waktu satu bulan, uniknya untuk batik Garutan motif yang ditulis diatas kain di tulis bolak balik sehingga sangat berbeda dengan jenis batik tulis dari daerah lainnya.Hal inilah yang membuat batik tulis Garutan memiliki harga relatif mahal, kisaran harganya berkisar dari 800 ribu hingga jutaan rupiah.

Sedangkan untuk batik cap prosesnya tidak begitu rumit hanya diperlukan waktu beberapa hari saja untuk membuat satu helai kain. Berbeda dengan batik Solo atau Yogyakarta yang syarat dengan makna filosofis, motif batik Garut lebih ditekankan pada segi visual.

Umumnya bentuk motif Batik Garutan merupakan cerminan dari kehidupan sosial budaya dan adat istiadat orang Sunda, khususnya di Garut, serta pola flora dan fauna. Batik Tulis Garutan memiliki ciri khas dominasi warnanya yang cerah, terang, dan beragam.

Baca Juga: Risili, Hijab Dengan Ciri Khas Kualitas Premium

Warna ini mengungkapkan kebahagiaan seperti warna gumading (putih gading), biru, merah, hijau, coklat kekuningan, ungu, merah muda (kayas), ungu muda (gandaria), dan kasumba. Sebenarnya ada warna sogan (coklat), seperti pada batik di Solo atau Yogyakarta. Perbedaannya, warna sogannya coklat muda kekuningan, ciri khas yang kuat dari batik Garut.

Beberapa motif khas Garutan tergambar dalam motif Rereng Pacul, Rereng Peuteuy, Rereng Kembang Corong, Rereng Merak Ngibing, Cupat Manggu, Bilik, dan Sapu Jagat, yang masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Motif Batik Garutan yang paling khas dan sudah turun temurun adalah motif burung Merak Ngibing dan bulu ayam.

Salah satu pengrajin batik yang masih mempertahankan tradisi leluhur di kota Garut berlokasi di Jalan Otista no 1, keunikan pengrajin ini ialah para pengunjung yang datang bisa melihat langsung proses pembuatan batiknya.

Baca Juga: Industri Kemasan Diyakini Terus Bertumbuh

Seperti telah disinggung dimuka proses pembuatan batik ini cukup rumit terutama batik tulis. Proses pembuatannya dimulai dari :

1. Proses penulisan, yaitu menorehkan cairan malam/lilin mengunakan canting pada kain yang sudah dipola dengan pensil sebelumnya untuk batik tulis.

Halaman:

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tingkatkan Pemasukan Dengan 3 Level Penghasilan Ini

Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:30 WIB

Launching And Gathering Ramadhan Fashion Market 5.0

Selasa, 31 Januari 2023 | 13:36 WIB
X