Menilik Trend Daster Kekinian

photo author
Dadan Firmansyah, Bisnis Bandung
- Selasa, 29 Maret 2022 | 07:13 WIB
Produk daster kekinian buatan pelaku usaha lokal (Instagram/ kamaika.id)
Produk daster kekinian buatan pelaku usaha lokal (Instagram/ kamaika.id)

Bisnis Bandung - Wenty Septianty, produsen daster menuturkan menekuni usaha produksi daster/piyama sejak tahun 2020.

Ide produksi daster, muncul ketika pandemi muncul orang-orang mulai bekerja di rumah/wfh, mulai mempunyai ide untuk membuat fashion/baju yang nyaman dan bagus untuk di rumah.

Ia mengaku tidak memiliki pengalaman atau latar belakang produksi fashion

Berawal dari mencoba menjadi reseller brand lain, kemudian coba berjualan di Instagram dan marketplace, ternyata respon dan peminatnya cukup banyak mungkin karena momennya tepat saat pandemi orang-orang butuh fashion di dalam rumah atau hanya untuk ke supermatket.

Ketika reseller sudah tidak bisa memenuhi permintaan, dari situ mulai muncul untuk produksi daster sendiri sampe saat ini. Dengan modal cari info-info dari teman atau google. Mulai coba cari penjahit dan kain.

Bahan baku untuk daster/piyama buatan brand miliknya yakni kamaika.id banyak menggunakan kain rayon. Bahan baku menggunakan lokal.

Baca Juga: Metode Pembayaran Digital Di Indonesia Masih Dalam Tahap Awal, Belum Sampai Pada Tahapan Kompetisi

Produsen daster ini mengaku, sekarang sudah ada 7 orang penjahit untuk produksi daster. Produksi daster dalam satu harinya bisa 250-300 daster, atau tergantung tingkat kesulitan model bajunya.

Untuk model yang relatief sulit, biasanyya butuh waktu pengerjaaan yang lebih lama.

Misal Untuk produksi piyama sehari bisa sekitar 150-200, lebih sedikit produksi yang dihasilkan dbanding daster dalam sehari..

Ia mengklaim selalu menggunakan bahan baku rayon premium, agar baju yang diproduksi awet dan tidak mudah sobek seperti daster yang dipasaran.

Selain itu, setiap bulannya selalu menciptakan jenis produk baru. Salah satu tujuannya yakni agar konsumen bisa banyak pilihan dan variatif model.

Harga produk dari brand miliknya, yakni daster atau piyama, dibandrol mulai.dari harga Rp 50 ribu - Rp 90 ribu. Dalam sebulan kurang, produksi 6000-7000 piecs baju/setelan piyama/daster. Segmen pasaran wanita usia 20-50 tahun.

Wenty Septianty mengaku, produk untuk sementara baru dijual melalui marketplace dan website. Dan produk kamaika. id, saat ini telah memiliki beberapa konsumen/pelanggan setia dan resseler di negara Malaysia Dan Singapore.

Untuk meningkatkan angka penjualan dan pemasaran, upaya yang dilakukan yakni membuat situs website, melakukan iklan ads Instagram, membuat konten menarik, banyak mempelajari algoritma sosial media yang digemari sekarang, memakai jasa endorse, selalu mencari bahan baku yang terbaik dan selalu mengkontrol produksi secara berkala.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ini Dia Cara Menyelesaikan Konflik Batin

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:10 WIB

Yuk, Mulai Decluttering, Agar Rumahmu Nyaman

Senin, 16 Februari 2026 | 09:40 WIB

Cara Membangun Hubungan Harmonis Dengan Alam

Senin, 12 Januari 2026 | 11:35 WIB

Tips Rekonsiliasi Relationship

Selasa, 6 Januari 2026 | 10:30 WIB

Owner Bisnis, Ini Dia Cara Healing Terbaik

Senin, 5 Januari 2026 | 13:00 WIB

Tren Slow Living Di Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 | 09:00 WIB

Tips Berwisata Di Musim Hujan

Senin, 8 Desember 2025 | 17:00 WIB

Ragam Tren Gaya Hidup Di 2025

Rabu, 10 September 2025 | 19:00 WIB
X