Bisnis Bandung - Wenty Septianty, produsen daster menuturkan menekuni usaha produksi daster/piyama sejak tahun 2020.
Ide produksi daster, muncul ketika pandemi muncul orang-orang mulai bekerja di rumah/wfh, mulai mempunyai ide untuk membuat fashion/baju yang nyaman dan bagus untuk di rumah.
Ia mengaku tidak memiliki pengalaman atau latar belakang produksi fashion
Berawal dari mencoba menjadi reseller brand lain, kemudian coba berjualan di Instagram dan marketplace, ternyata respon dan peminatnya cukup banyak mungkin karena momennya tepat saat pandemi orang-orang butuh fashion di dalam rumah atau hanya untuk ke supermatket.
Ketika reseller sudah tidak bisa memenuhi permintaan, dari situ mulai muncul untuk produksi daster sendiri sampe saat ini. Dengan modal cari info-info dari teman atau google. Mulai coba cari penjahit dan kain.
Bahan baku untuk daster/piyama buatan brand miliknya yakni kamaika.id banyak menggunakan kain rayon. Bahan baku menggunakan lokal.
Baca Juga: Metode Pembayaran Digital Di Indonesia Masih Dalam Tahap Awal, Belum Sampai Pada Tahapan Kompetisi
Produsen daster ini mengaku, sekarang sudah ada 7 orang penjahit untuk produksi daster. Produksi daster dalam satu harinya bisa 250-300 daster, atau tergantung tingkat kesulitan model bajunya.
Untuk model yang relatief sulit, biasanyya butuh waktu pengerjaaan yang lebih lama.
Misal Untuk produksi piyama sehari bisa sekitar 150-200, lebih sedikit produksi yang dihasilkan dbanding daster dalam sehari..
Ia mengklaim selalu menggunakan bahan baku rayon premium, agar baju yang diproduksi awet dan tidak mudah sobek seperti daster yang dipasaran.
Selain itu, setiap bulannya selalu menciptakan jenis produk baru. Salah satu tujuannya yakni agar konsumen bisa banyak pilihan dan variatif model.
Harga produk dari brand miliknya, yakni daster atau piyama, dibandrol mulai.dari harga Rp 50 ribu - Rp 90 ribu. Dalam sebulan kurang, produksi 6000-7000 piecs baju/setelan piyama/daster. Segmen pasaran wanita usia 20-50 tahun.
Wenty Septianty mengaku, produk untuk sementara baru dijual melalui marketplace dan website. Dan produk kamaika. id, saat ini telah memiliki beberapa konsumen/pelanggan setia dan resseler di negara Malaysia Dan Singapore.
Untuk meningkatkan angka penjualan dan pemasaran, upaya yang dilakukan yakni membuat situs website, melakukan iklan ads Instagram, membuat konten menarik, banyak mempelajari algoritma sosial media yang digemari sekarang, memakai jasa endorse, selalu mencari bahan baku yang terbaik dan selalu mengkontrol produksi secara berkala.
Artikel Terkait
Industri Kemasan Diyakini Terus Bertumbuh
LSF Indonesia : Film Harus Menjadi Strategi Budaya
Tanaman Kaktus Hias Mini Percantik Ruangan