bisnisbandung.com - Isu mengenai masa depan Partai NasDem kembali menjadi perhatian publik setelah muncul spekulasi soal kemungkinan partai tersebut bergabung dengan Partai Gerindra.
Sorotan menguat usai pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang.
Meski demikian, isu tersebut telah dibantah langsung oleh Surya Paloh. Namun dinamika politik yang berkembang membuat posisi NasDem dinilai sedang berada di persimpangan penting menjelang kontestasi politik mendatang.
Pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti menilai Partai NasDem memiliki nilai strategis tinggi di panggung politik nasional.
Baca Juga: Blokade AS ke Pelabuhan Iran Dinilai Bisa Jadi Senjata Tekanan dalam Negosiasi
Menurutnya, partai tersebut tidak bisa dipandang sebagai kendaraan politik yang mudah dialihkan atau dilebur begitu saja, mengingat NasDem sangat lekat dengan figur pendirinya, Surya Paloh.
Ia melihat NasDem menjadi incaran sejumlah kekuatan politik karena dianggap memiliki daya tarik tersendiri.
“Tapi yang jelas, Partai Nasdem itu memang sedang menjadi rebutan beberapa politisi untuk kemudian menambah kekuatan mereka. Kalau menjadi rebutan, berarti ada sesuatu yang menarik di Partai Nasdem,” ucap Ikrar dilansir dari YouTube Liputan6.
Selain memiliki basis kader yang cukup solid, partai itu juga dinilai memiliki jaringan organisasi yang sudah terbentuk sejak awal melalui gerakan kemasyarakatan sebelum resmi menjadi partai politik.
Baca Juga: Seluruh Gerai akan ditutup, Menantea berhenti beroperasional Mulai 25 April 2026
Dalam pandangannya, Surya Paloh saat ini tengah berupaya menjaga soliditas internal agar kekuatan nasionalis demokrat tetap terjaga.
Sebab, ada indikasi sejumlah pihak mencoba menarik kader-kader NasDem untuk bergabung ke partai lain.
“Karena Anda tahu, ada upaya-upaya dari berbagai pihak untuk memecah belah Partai Nasdem. Khususnya, yang Anda tahu, Partai Solidaritas Indonesia, misalnya. Itu kan wakil ketua umum Partai Nasdem sudah diambil,” lugasnya.
“Dan kemudian beberapa pengurus di wilayah, termasuk di Makassar, juga sedang diiming-imingi jabatan dan macam-macam,” imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Berlanjut di Pengadilan Militer, Motif Pelaku Belum Terjawab Tuntas