Batagor Dwifa, Batagornya Enak, Terasa Ikannya, Tidak Tercium Bau Amis

- Kamis, 16 Juni 2022 | 09:36 WIB
Batagor Dwifa konsisten menggunakan bahan baku yang premium kwalitas lebih bagus (Batagor Dwifa)
Batagor Dwifa konsisten menggunakan bahan baku yang premium kwalitas lebih bagus (Batagor Dwifa)
 
 
Bisnis Bandung - Kuliner/makanan olahan ini, saat ini tengah digandrungi oleh beragam segmen strata ekonomi, produk tersebut yakni Baso Tahu Goreng atau lebih populer, disingkat dengan Batagor
 
Salah satu pelaku usaha yang bergerak disektor kuliner/makanan olahan tersebut yakni, Dwi Haryanti. 
 
Dwi Haryanti yang merupakan lulusan D3 ini, adalah pemilik usaha kuliner/makanan olahan Batagor, dengan brand/merk "Dwifa".
 
 
Dwi Haryanti mengatakan, usaha ini ide awalnya tadinya cuma iseng, karena sekeluarga pecinta Batagor
 
"Kemudian karena teman-teman pada suka Batagor buatan saya, maka akhirnya saya mencoba usaha ini, dan coba pasarkan untuk teman-teman terdekat, seriusnya dipasarkan tahun 2019 silam" ungkap Dwi Haryanti. 
 
Sang empunya usaha Batagor Dwifa ini mengatakan usaha produksi Batagor, tidak ada kaitan dengan latar belakang keluarga atau latar belakang pendidikan, tetapi keluarga latar belakang pedagang juga.
 
Kemampuan produksi Batagor secara otodidak, belajar mencoba sendiri, ungkapnya. 
 
 
Batagor Dwifa diproduksi dengan bahan baku utama Ikan Tenggiri lokal.
 
"Untuk produksi Batagor, waktu yang dibutuhkan kurang lebih 2 jam, dan saat ini jumlah tenaga kerja Dwifa Batagor 3 orang"
 
"Banyak yang bilang Batagornya enak, terasa ikannya, tapi tidak tercium bau amis"
 
Dwi Haryanti mengatakan, saat ini Batagor Dwifa tengah menempuh prosedur legalitas. 
 
Batagor Dwifa dijual dengan harga satuan Rp 4.000, sedangkan untuk yang frozen isi 10 dibandrol dengan harga Rp 45.000, dan perporsi Rp 20.000 isi 5 piecs. 
 
Saat ini produk Batagor Dwifa, selain dipasarkan didaerah Bandung, juga sudah banyak diorder oleh konsumen diluar Kota Bandung, sebut saja Jakarta, Batam, Kalimantan, Sumatra. 
 
Produk Batagor mampu bertahan hingga  1 minggu jika disimpa didalam kulkas.
 
 
Untuk optimalisasi pemasaran, menggunakan media sosial seperti IG dan FB. 
 
Sedangkan untuk mempertahankan kualitas produk Batagor, Batagor Dwifa konsisten menggunakan bahan baku yang premium kwalitas lebih bagus.
 
Saat ini persaingan produk Batagor, masih pada sesama pelaku usaha lokal. 
 
Kendala yang dihadapi berkaitan dengan produksi yakni harga bahan baku yang kenaikkan harganya tidak terkontrol, pungkasnya.***
 

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X